SPESIAL: Tiga Pemain Belanda Yang Harus Diwaspadai Argentina

Inilah tiga dari sekian banyak penggawa berbahaya Oranje yang siap memupuskan harapan Lionel Messi dkk. ke final.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Sempat diragukan oleh banyak pihak untuk bisa mencapai hasil maksimal di Piala Dunia 2014, nyatanya Belanda malah sanggup melenggang ke semi-final. Kegeniusan Louis van Gaal disebut-sebut telah menjadi faktor utama di balik kegemilangan Belanda sejauh ini.
Setelah lolos dengan sempurna dari Grup B, Belanda sempat kewalahan di fase knock-out sebelum akhirnya bisa mengatasi Meksiko dan Kosta Rika secara susah payah. Namun, tantangan lebih sulit menghadang Robin van Persie dkk. di laga semi-final ketika mereka ditantang oleh juara dunia dua kali, Argentina, di Sao Paulo, Kamis (10/7) dini hari WIB.
Melihat cemerlangnya Lionel Messi ditambah faktor 'kandang' milik lawan -- suporter Argentina di Brasil adalah suporter terbanyak kedua setelah tuan rumah -- Belanda tentu harap-harap cemas. Namun setidaknya Belanda tak berkecil hati karena mereka memiliki skuat yang rata-rata seimbang dengan kepunyaan pasukan Alejandro Sabella. Setidaknya trio Oranje di bawah ini harus mendapat perhatian khusus dari kubu Albiceleste.

Sebutkan pemain terbaik Belanda di Piala Dunia kali ini, maka semua akan setuju jika Arjen Robben adalah pemain yang dimaksud. Cepat, berteknik tinggi, punya pengalaman, gemar melepas tembakan, hingga mampu memanfaatkan situasi semaksimal mungkin (baca: diving), Robben adalah penerjemah sempurna dari taktik Louis van Gaal yang dinilai mengkhianati filosofi total football di Brasil 2014.
Betul, Belanda yang kini mengandalkan serangan balik sudah pasti akan mengandalkan kecepatan Robben. Melawan Argentina, sang sayap Bayern Munich ini siap mengulangi perbuatannya seperti saat melawan Spanyol, Australia, Cili, dan Meksiko. Membiarkan Robben berdansa dengan kaki kirinya di area pertahanan akan setimpal pengaruhnya dengan melepas seorang Lionel Messi di kubu lawan.

Menilik statistik tiga bek sentral yang hampir pasti dimainkan Louis van Gaal dalam setiap laga Piala Dunia, Stefan de Vrij adalah pemain belakang yang paling menonjol. Bahkan bisa dibilang, kontribusinya di Brasil sejauh ini sama pentingnya dengan Arjen Robben, sang pemain terbaik dan topskor Oranje.
Selalu menjadi starter dan tampil penuh di lima laga yang sudah dimainkan, tak ada yang meragukan kapasitas de Vrij di lini belakang. Memiliki jumlah intersep terbanyak ketimbang pemain Belanda lain (13) serta membukukan jumlah tekel dan halauan terbanyak kedua, membuktikan betapa matangnya sang bek Feyenoord yang masih berusia 22 tahun ini. Bersama Ron Vlaar dan Bruno Martins Indi, De Vrij tampak sangat siap menghadang pergerakan Lionel Messi dan Gonzalo Higuain.

Setelah Robben dan De Vrij yang merupakan penggawa inti Belanda, ada satu lagi pemain yang patut diapresiasi tinggi karena perannya sebagai super-sub dan tentu juga harus diwaspadai back-four Argentina. Dialah Memphis Depay, sang pencetak gol di dua laga fase grup (versus Australia dan Cili) yang dilakukannya sebagai seorang pemain pengganti sekaligus tercatat sebagai pemain termuda Belanda yang mencetak gol di Piala Dunia (20 tahun 4 bulan).
Pemain bernomor punggung 21 ini pun mencuat sehingga ia langsung dipilih Van Gaal menjadi starter di perempat-final lawan Kosta Rika. Sayap PSV Eindhoven ini piawai dalam melakukan dribel, gemar melakukan tusukan dari pinggir lapangan, dan tak jarang melepaskan tembakan akurat dari jarak jauh. Nama Memphis Depay tidak pernah semenarik sekarang.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics