SPESIAL: Tim Paling Defensif & Anti-Sepakbola

Permainan ultra-defensif yang diperagakan Chelsea dalam dua partai terakhir memberikan cap anti-sepakbola kepada mereka. Tapi, The Blues tidak sendirian.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Parkir bus. Itulah julukan universal yang ditujukan kepada taktik Jose Mourinho ketika Chelsea mampu mendapat hasil imbang tanpa gol dalam leg pertama semi-final Liga Champions kontra tuan rumah Atletico Madrid, tengah pekan lalu. Kritik pun mendarat ke arah pria Portugis itu, sekalipun strategi ultra-defensif ini tidak melanggar aturan.

Dan pada Minggu (27/4) kemarin, kritik lebih tajam kembali didapatkan Mou setelah The Blues secara impresif merengkuh kemenangan 2-0 di Anfield. Hampir sepanjang 90 menit, Mourinho menempatkan sepuluh pemain di belakang bola. Tetap saja, Liverpool gagal membongkar tembok kokoh milik Chelsea itu. Malahan, dua gol Demba Ba dan Willian via serangan balik sukses membuat pasukan Brendan Rodgers gigit jari dan membuat persaingan gelar Liga Primer Inggris semakin terbuka.

Mou kemudian dipuja-puja dan dianggap genius. Namun tak sedikit pula yang menuduhnya sebagai ‘anti-sepakbola’. Meski demikian, The Special One bukan orang pertama mengadopsi taktik semacam ini. Sejarah membuktikan, banyak tim yang memilih opsi untuk bertahan total dan hasilnya cukup sukses. Goal mencoba memberikan beberapa contoh masyhur tim-tim sepakbola sepanjang masa yang menampilkan taktik serupa.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics