Sriwijaya FC Palembang Kritik Keputusan BOPI

Sriwijaya FC Palembang menilai keputusan BOPI merugikan klub-klub Indonesia Super League (ISL).

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG

Sriwijaya FC kecewa terhadap Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Tim Sembilan bentukan Kemenpora yang menunda kick off Indonesia Super League (ISL) 2015 yang semula ditetapkan pada 20 Februari oleh PT Liga Indonesia.

Menurut manajer Sriwijaya FC Robert Heri, dari sisi mana pun keputusan yang diambil oleh BOPI tersebut merugikan klub yang saat ini sudah siap berkompetisi.

"Tidak ada (nilai) positifnya, semuanya negatif. Semua program jadi berantakan. Persiapan kita selama ini jadi rusak semuanya," kata Robert Heri kepada Goal Indonesia.

Namun begitu, mau tidak mau, lanjut Robert, SFC harus tetap bersabar. Karena dua minggu ke depan (4 Maret 2015) baru ada keputusan lanjutan yang akan dimumkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.
"Menunggu dua minggu juga belum pasti, apakah itu dimulai atau diundur lagi, semua tidak ada yang pasti," keluhnya.

Saat ditanya apakah persyaratan dari BOPI ini terlalu ketat. Robert menegaskan kalau BOPI seakan tidak menginginkan ISL berlangsung.

"Yang jelas, mereka (BOPI) menyuruh kompetisi tidak jalan. Sebenarnya mereka tidak perlu mencampuri urusan klub, ini sudah intervensi," tegasnya.

Sementara itu, rasa kecewa pun dilontarkan oleh asisten pelatih SFC Hendri Susilo. Menurutnya, kalau persiapan SFC sudah pada puncaknya untuk menjalani kompetisi. Namun dengan ditundanya kick off, tentu mempengaruhi psikologi skuat asuhannya.

"Kecewa, merusak program dan merusak fix performance pemain. Sekarang anak-anak sudah ada pada puncaknya (permainan) dan sudah siap seratus persen untuk tanding, tiba-tiba gak jadi," ungkapnya secara terpisah. "Saya mendukung apa yang dimau BOPI. Tapi waktunya tidak tepat, kenapa tidak jauh-jauh hari," pungkasnya. (gk-55)

//

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.