Start Believing: Kenangan, Sumber Kekuatan Leopoldo Luque

Leopoldo Luque punya alasan tersendiri memenangi Piala Dunia 1978 bersama timnas Argentina.

Pada Piala Dunia 1978, striker Argentina Leopoldo Luque mencetak gol fantastis ke gawang Prancis pada pertandingan kedua timnya di Stadion Monumental. Namun, di akhir laga, dia terjatuh dan bahunya bergeser. Luque mendesak agar dokter tetap mengizinkannya kembali bermain sehingga "keluarga saya di Santa Fe bisa melihat bahwa saya baik-baik saja".

Tapi pemain depan berkumis itu juga sudah meramal bahwa ada "kejadian buruk" yang dapat terjadi malam itu dan dia terbukti benar. Saudaranya menyaksikan pertandingan di televisi dan hendak menuju Buenos Aires untuk menemui Luque, kemudian mengalami kecelakaan lalu lintas dengan sebuah jembatan di San Isidro di Panamericana Highway pada malam yang sama.

"Saya masih bisa merasakan ada sesuatu yang salah, meski saya bersama teman-teman merayakan kemenangan," ungkap Luque.

Dua hari berselang, ayahnya datang mengabarkan berita duka itu dan sang striker pulang ke Santa Fe untuk melepas almarhum saudaranya. Kapten tim Daniel Passarella menelepon Luque untuk menyampaikan bahwa skuat membutuhkannya dan media nasional menyatakan rasa bela sungkawa kepada keluarganya. Ketika kembali ke skuat pada fase grup kedua, dia ditemui sejumlah suporter yang memberikan karangan bunga dan berdoa untuk almarhum saudaranya.

"Saya mendapatkan kekuatan dari sana. Sungguh berarti buat saya. Saya bermain untuk orang-orang yang telah berbaik hati dan untuk mengenang saudara saya," ujar Luque.

Luque tampil cemerlang di final melawan Belanda dan saat menerima medali juara, "dalam sekejap saya melihat saudara saya tersenyum. Saya menagus penuh kebahagiaan lebih dari pemain lain dalam tim".

Ikuti pembahasan tentang kisah-kisah menakjubkan tentang kekuatan keyakinan di #startbelieving atau untuk informasi lebih lanjut tentang PUMA kunjungi: http://www.puma.com/footballclub

Topics