STATISTIK: Jose Mourinho Dorong Chelsea Ke Jurang Terdalam

Data statistik Opta menunjukkan bahwa Chelsea adalah juara bertahan terburuk dalam sejarah era Liga Primer Inggris.

Chelsea resmi membebastugaskan Jose Mourinho dari jabatannya pada Kamis (17/12) ini, tujuh bulan setelah ia mengantar The Blues menjadi juara Liga Primer Inggris.

Keputusan tersebut diambil menyusul hasil buruk yang diderita armada Mourinho dalam 16 laga perdana di musim 2015/16, yakni mendekam di peringkat 16 dengan koleksi 15 poin, sudah menelan kekalahan kesembilan, dan hanya berjarak satu angka dari zona degradasi.

Dengan status sebagai juara bertahan, kejatuhan Chelsea ini terbilang sangat spektakuler. Opta mencatat, Chelsea adalah tim juara bertahan dengan rekor terburuk dalam sejarah Liga Primer atau sejak 1992 ketika liga mulai menggunakan format seperti sekarang ini.

Chelsea “mengalahkan” rekor terburuk sebelumnya yang dipegang juara bertahan Liga Primer 1994/95, Blackburn Rovers, yang di musim berikutnya mengoleksi 21 poin dari 16 laga pembuka. Bukan cuma itu, selisih gol Chelsea di musim ini adalah satu-satunya yang minus ketimbang tim juara bertahan lainnya.

Selain mendorong Chelsea ke jurang terdalam, Mourinho sendiri juga mengalami rekor kekalahan terburuk dalam kariernya sebagai manajer. Sembilan kekalahan yang dideritanya di musim ini adalah kekalahan terbanyak di liga yang pernah ia derita, lebih buruk ketimbang saat ia menangani Porto, Internazionale, hingga Real Madrid.

Ini pula menjadi musim terburuk Mourinho di Chelsea. Saat ia berpisah dalam periode pertamanya di Stamford Bridge pada awal musim 2007/08, Mou juga mengalami keterpurukan serupa, namun ia hanya bertahan delapan partai dengan rata-rata kemenangan 37,5 persen. Sedangkan di musim ini, rataan kemenangan Mourinho cuma menyentuh angka 31,03 persen.

Kemerosotan statistik Mourinho juga tampak jika melihat perbandingan antara periode perdana (2004-2007) dan periode kedua (2013-2015). Di periode pertama, Mourinho berhasil mencatatkan 85 kemenangan dari 120 partai liga alias memiliki rataan kemenangan 70,8 persen. Adapun di periode keduanya, Mou hanya mampu membawa Chelsea menang 55 kali dari 92 partai liga alias hanya memiliki persentase kemenangan sebesar 59,8 persen.

Kendati demikian, Mourinho tetap menjadi salah satu manajer Liga Primer dengan statistik paling baik sepanjang sejarah. Tercatat, ia memiliki rataan kemenangan 66 persen, mengungguli Sir Alex Ferguson (65,2 persen) dan Arsene Wenger (58,1), namun masih kalah tipis dari Manuel Pellegrini (66,3 persen).