Stefan Effenberg: Taktik Pep Guardiola Sudah Capai Batasnya

Eks gelandang Bayern ini menganggap sudah sepatutnya Guardiola merevolusi filosofinya.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Stefan Effenberg menilai taktik Pep Guardiola bersama Bayern Munich sudah mencapai batasnya menyusul kekalahan 1-0 dari Real Madrid di leg pertama semi-final Liga Champions pekan lalu. Hal ini diungkapkannya menjelang duel kedua tim di leg kedua pada Rabu (30/4) dini hari WIB di Allianz Arena.

Eks gelandang Jerman dan Bayern ini mempertanyakan efektivitas ball possession dan permainan umpan-umpan pendek yang diusung Guardiola. Ia pun ragu jika taktik ini tidak segera disempurnakan, maka Bayern tak punya peluang untuk mempertahankan trofi Liga Champions mereka.

“Di Bundesliga, Bayern meruntuhkan lawan-lawannya dengan penguasaan bola. Namun di level yang lebih tinggi [Liga Champions], kondisinya akan berbeda. Tim-tim seperti Manchester United, Real Madrid, dan Chelsea mampu bertahan dengan sempurna,” ujar Effenberg secara eksklusif kepada Goal Jerman.

“Tim-tim seperti ini bisa memblok sebuah serangan dengan dua atau tiga langkah saja. Untuk bereaksi terhadap hal ini sambil mengubah filosofi permainan tentunya sulit. Taktik Guardiola sudah mencapai batasnya saat takluk di Madrid,” imbuhnya.

Dengan kondisi defisit satu gol, Bayern diminta Effenberg untuk memaksimalkan peran Franck Ribery yang kehilangan daya magisnya di sebagian besar musim ini. Sekaligus, Effe tak ingin Bayern meniru taktik Borussia Dortmund di leg kedua perempat-final di mana mereka nyaris menyingkirkan Madrid.

“Gelar treble harus menjadi standar mereka, tapi mereka kehilangan sentuhannya. Jadi permainan kehilangan dinamismenya. Dan yang lebih penting diperhatikan adalah hilangnya performa Franck Ribery yang tidak seperti musim lalu. Stagnansi Bayern dikarenakan karena Ribery yang tampil buruk,” Effenberg menambahkan.

“BVB tak boleh dijadikan patokan. Bayern tak bisa bermain seperti itu. Saya rasa, Madrid kali ini akan tampil lebih menyerang karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka. Tapi, Carlo Ancelotti mungkin akan melakukan perubahan, seperti membiarkan Bayern menguasai bola dan mengeksploitasi kesalahan mereka,” pungkasnya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics