Striker Melimpah, Siapa Paling Layak Tempati Lini Depan Inggris?

Kane, Vardy, Rooney, Sturridge hingga Rashford. Hodgson dipastikan akan memeras otak untuk menentukan penyerang terbaiknya di Euro 2016.

Putaran final Euro 2016 sudah di depan mata, namun timnas Inggris terus diselimuti tanda tanya soal Starting XI terbaik mereka. Terutama di lini depan, manajer Roy Hodgson hingga kini masih mencari-cari skema yang tepat untuk menampung potensi para penyerangnya.  

Dari 26 nama yang dipanggil dalam skuat bayangan The Three Lions pada pertengahan Mei lalu, lima di antaranya adalah striker haus gol: Harry Kane, Jamie Vardy, Wayne Rooney, Daniel Sturridge, dan Marcus Rashford. Menariknya, dalam tiga laga uji coba terakhir, kelimanya bergiliran dipasang oleh Hodgson dan sanggup mencetak gol, kecuali Sturridge yang belum fit.

Tak ayal, Hodgson dipastikan akan semakin memeras otaknya untuk menyusun lini depan Inggris di Prancis nanti. Namun sebelum itu, ia akan dipusingkan dengan pemilihan skuat final pada Selasa (31/5) ini. Tiga pemain bakal dicoret untuk memenuhi kuota 23 pemain dan bukan tidak mungkin salah satu dari kelima striker di atas harus dikorbankan.

Sturridge menjadi pemain yang paling rawan pencoretan karena masalah cedera betis yang dideritanya. Ini membuatnya belum bisa diturunkan dalam sepekan terakhir ketika Inggris memetik kemenangan atas Turki dan Australia dengan skor identik 2-1.

Cedera adalah penyakit lama Sturridge yang membuatnya hingga kini gagal mereplikasi performa briliannya di musim 2013/14. Beruntung, striker Liverpool itu sudah melahap sesi latihan tim pada Senin (30/5) kemarin sehingga ia masih boleh berharap bisa diboyong ke Prancis.

Jika Sturridge mampu menjaga kebugarannya, maka Rashford dipastikan akan menjadi pilihan kelima. Akan tetapi, Hodgson tentu akan mempertimbangkan faktor keajaiban yang dimiliki oleh bomber belia Manchester United itu. Di paruh kedua musim ini, Rashford menjadi sosok sensasional yang membuat fans United mungkin bisa memaafkan dosa-dosa Louis van Gaal.

Rashford lagi-lagi mengundang decak kagum pada akhir pekan lalu ketika 138 detik perdananya berseragam timnas senior Inggris sukses berbuah gol ke gawang Australia. Di usia 18 tahun 208 hari, Rashford memecahkan rekor Tommy Lawton sebagai pencetak gol termuda dalam laga debut bagi Inggris yang sudah bertahan sejak 1938. Rashford baru saja memecahkan rekor berusia 78 tahun!

Jika situasi Sturridge dan Rashford masih bisa diobok-obok oleh Hodgson, maka Kane dan Vardy relatif tidak tersentuh. Alasannya simpel, penyerang Tottenham Hotspur dan Leicester City itu adalah topskor nomor satu dan dua Liga Primer Inggris 2015/16 dengan 25 gol dan 24 gol.

STATISTIK LIMA PENYERANG INGGRIS DI MUSIM 2015/16
H. Kane

(Tottenham)
J. Vardy

(Leicester)
W. Rooney

(Man Utd)
D. Sturridge

(Liverpool)
M. Rashford

(Man Utd)
Laga 50 38 41 25 18
Gol 28 24 15 13 8
Assist 2 6  6 2 2
Akurasi Umpan* 73% 66% 83% 78% 77%
Akurasi Shot* 60% 57% 48% 55% 89%
Caps/Gol 11/5 7/3 110/52 17/5 1/1

*Hanya di Liga Primer 2015/16

Kane menjadi orang Inggris pertama sejak Kevin Phillips yang sukses menjadi topskor Liga Primer. Adapun Vardy adalah perlambang sempurna dari kisah dongeng Leicester di musim ini. Striker yang enam tahun lalu masih berkompetisi di level amatir ini bahkan sudah dijanjikan satu tempat di skuat Euro. "Vardy akan menjadi salah satu dari 23 pemain,” terang Hodgson

Lantas bagaimana situasi Rooney? Mengingat para pesaingnya di lini depan tersebut mampu mencuri panggung di musim ini, Rooney hampir pasti akan menjalani peran baru di timnas. Ia bakal digeser sebagai gelandang serang di belakang striker atau pengatur tempo di lini tengah. Selain itu, Rooney juga tidak akan menolak jika ia dipasang Hodgson sebagai striker.

Yang pasti, haram hukumnya untuk mencoret sang kapten, sebab Rooney adalah satu-satunya penyerang yang tersisa dari skuat Euro 2012. Jangan lupakan fakta bahwa Rooney adalah topskor sepanjang masa Inggris. Kane, Vardy, dan Rashford, yang belum pernah berlaga di turnamen utama sebesar Euro, tentu butuh wejangan dan bimbingan dari Rooney.

Hodgson sendiri menginginkan agar persaingan kelima strikernya ini berjalan secara natural serta mengindikasikan bahwa ia akan menggunakan beragam formasi. "Kane dan Vardy telah mendapat kesempatan mereka, tapi pastinya akan mendapatkan persaingan dari Rooney dan Sturridge. Dan masih ada Rashford. Menurut saya, kami harus bermain dengan sejumlah sistem,” katanya.

Inggris besutan Hodgson sejak babak kualifikasi Euro memang tidak terpaku pada satu formasi. Dalam sepuluh partai terakhir, Hodgson paling sering memainkan 4-3-1-2, 4-3-3, dan 4-2-3-1. Lewat formasi yang ofensif tersebut, Hodgson tampak jelas ingin mengakomodasi para strikernya.

Satu kecenderungan Hodgson adalah penempatan Kane dan Vardy sebagai dua striker inti. Contoh terbaik terjadi pada laga melawan Turki. Kane dan Vardy bermain 90 menit dalam formasi 4-3-3 dan masing-masing mengemas satu gol untuk membawa Inggris menang tipis 2-1. Ini menjadi pertanda kuat bahwa bomber Spurs dan Leicester ini sudah terjamin tempatnya dalam Starting XI.

Hodgson juga terlihat gemar menggunakan formasi aman dengan dobel pivot (4-2-3-1) ketika melawan tim-tim yang relatif lebih kuat, yakni ketika melawan Jerman (menang 3-2) dan Spanyol (kalah 2-0). Skema 4-3-1-2 juga layak dipertimbangkan untuk ditampilkan di Euro, meski hasilnya belum terlalu memuaskan di partai uji coba: versus Australia (menang 2-1), Belanda (kalah 1-2), Prancis (menang 2-0).

Bagaimana pun, fleksibilitas taktik yang dimiliki Hodgson tersebut adalah keuntungan bagi para bomber Inggris. Paling tidak, tiga dari lima pilihan striker di atas bakal mendapat tempat dalam susunan pemain. Ini membuat para gelandang serang seperti Adam Lallana, Raheem Sterling, Ross Barkley, hingga Andros Townsend harus bersiap-siap tergeser karena melimpahnya potensi dari para striker.

Seperti apa nantinya skema terbaik yang bakal dipasang Hodgson di Euro 2016? Partai uji coba pamungkas di Wembley pada Kamis (2/6) mendatang kontra Portugal bisa menjadi jawabannya. Ketika itu, skuat Inggris sudah terpangkas menjadi 23 pemain dan akan menghadapi lawan yang cukup berat.  

Ekspektasi Inggris di Euro 2016 memang tidak terlalu tinggi, namun dengan lima striker mumpuni seperti ini, pantang bagi mereka untuk terlempar dari fase grup seperti di Piala Dunia 2014. Tergabung di Grup B bersama Rusia, Slowakia, dan Wales, The Three Lions sudah sepantasnya mengejar target tinggi untuk kembali bersuara lantang di level internasional.