Striker Persela Lamongan Menangis Ikut Seleksi Timnas Indonesia U-22

Dian tak ingin membuang kesempatan memperkuat timnas, dan berusaha membuat orang tuanya yang sudah tiada.

Striker Persela Lamongan Ahmad Nur Hardianto menangis saat dihubungi pengurus PSSI agar bersiap mengikuti seleksi timnas Indonesia U-22 di Karawaci, Tangerang, pada 21-23 Februari.

Nur Hardianto mengungkapkan, ia dihubungi pengurus PSSI sore hari, menjelang pertandingan melawan Persib Bandung, Jumat (17/2) malam WIB. Pemberitahuan itu membuat Dian meneteskan air mata, karena terkenang dengan orang tuanya yang telah tiada.

“Enggak percaya sebelumnya. Saya baru percaya setelah ditelepon sama pengurus PSSI pusat sore kemarin sebelum lawan Persib. Saya akan berusaha sekeras tenaga agar bisa lolos seleksi. Ini kesempatan buat saya,” kata Dian, sapaan Hardianto, dikutip laman resmi klub.

“Walaupun masih seleksi, ini kebanggaan tersendiri bagi saya. Tapi di saat situasi seperti ini, orang tua tidak ada di samping saya. Semoga saya bisa membanggakan kedua orang tua saya di surga.”

Persela menyumbang dua pemain untuk mengikuti seleksi. Selain Dian, pemain lain yang dipanggil adalah Saddil Ramdani. Bagi Saddil, timnas bukan hal baru, karena sebelumnya ia pernah memperkuat timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan Eduard Tjong.

Sementara itu, pelatih Herry Kiswanto mengingatkan Dian dan Saddil agar tidak cepat puas setelah dipanggil mengikuti seleksi. Herry menasehati kedua pemainnya supaya memberikan yang terbaik.

“Anak-anak muda Persela punya tenaga dan skill cukup bagus. Alangkah baiknya jangan puas sampai di sini [seleksi]. Terus belajar,” kata Herry.