Subangkit: Lawan Persija Jakarta & Semen Padang Wajib Menang

Juru taktik Sriwijaya FC ini berusaha membenahi emosi pemain, dan penyelesaian akhir yang dianggap menjadi titik kelemahan.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG
Pelatih Sriwijaya FC Subangkit menegaskan, duel melawan Persija Jakarta dan Semen Padang wajib dimenangi agar memperlicin jalan ke empat besar klasemen Indonesia Super League (ISL) 2014 wilayah barat.

Sriwijaya FC saat ini menduduki peringkat enam klasemen sementara dengan nilai 19, terpaut tujuh angka dari Semen Padang yang berada di posisi kedua. Laskar Wong Kito juga berselisih enam poin dari Persib Bandung dan Persija Jakarta yang berada di peringkat ketiga dan empat.

Menurut Subangkit, persaingan di wilayah barat untuk menembus delapan besar cukup ketat. Subangkit menilai tujuh tim teratas masih memiliki peluang menempati posisi empat besar. Hanya Arema Cronus yang nampaknya sulit untuk dibendung sebagai pemuncak klasemen.

“Kalau tim-tim ini dapat dikalahkan lawannya, maka peluang kita akan tetap ada. Peluang kita masuk empat besar masih terbuka. Asalkan bisa jaga konsistensi disisa pertandingan, terutama di kandang,” ujar Subangkit.

Karena itu, kemenangan di dua laga kandang menghadapi Persija, Minggu (8/6), dan Semen Padang, Rabu (11/6), menjadi harga mati bagi tim asal Palembang ini untuk menjaga kans lolos keempat besar.

“Jelas, lawan Persija dan Semen Padang ini kita harus menang. Karena tim-tim ini termasuk saingan ketat kita. Kalau kita kalah, maka peluang masuk empat besar cukup sulit,” ucap Subangkit.

Mantan pelatih Persiwa Wamena ini mengutarakan, masih banyak yang harus ia benahi demi mewujudkan ambisi masuk empat besar. Usai menahan imbang Barito Putera tanpa gol, Subangkit melakukan evaluasi terhadap performa tim besutannya.

“[Berdasarkan] Evaluasi kita, transisi menyerang dan bertahan, emosi pemain dan finishing, yang harus dibenahi,” ungkap Subangkit.

Dengan waktu tinggal satu pekan, semua kekurangan ini digodok dalam sesi latihan mulai hari ini. Subangkit juga ingin mencari skema dan komposisi ideal, serta pengganti Frank Ongfiang yang sudah dipastikan absen akibat kartu merah.

“Tanpa Ongfiang, jelas lini tengah kita tidak seimbang. Permainan dari lini tengah tidak berkembang, dan daya serang kita semakin menurun,” pungkas pria yang pernah berlabel pelatih timnas U-20 itu. (gk-55)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.