Subangkit: Negara Eropa Bakal Ke Final Piala Dunia

Pelatih Sriwijaya FC itu memprediksi Jerman akan bertemu Belanda di partai final.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG

Piala Dunia 2014 di Brasil telah memasuki babak perempat-final. Adapun tim-tim yang lolos ke babak ini masing-masing terdiri dari empat negara asal benua Amerika (Brasil, Argentina, Kosta Rika, Kolombia) dan empat dari benua Eropa (Jerman, Prancis, Belgia, Belanda).

Melihat penampilan kedelapan negara ini di babak 16 besar lalu, pelatih Sriwijaya FC Subangkit memprediksi, bahwa negara-negara yang akan maju ke partai final Piala Dunia 2014 adalah negara dari benua Eropa.

Dua partai pertama babak delapan besar ini, akan mempertemukan negara sesama benua yakni antara Jerman versus Prancis, Jum'at (4/7) pukul 23.00 WIB dan Brasil kontra Kolombia, Sabtu (5/7) dini hari WIB. Artinya, masing-masing benua sudah dipastikan mendapat satu tempat di babak semi final.

Partai ketiga akan mempertemukan duel seru anatara Argentina melawan Belgia.Selanjutnya partai keempat Belanda akan menghadapi Kostarika yang secara mengejutkan tampil impresif pada Piala Dunia tahun ini.

"Prediksi saya ke semi-final ini Jerman, Brasil, Belanda, dan Argentina. Tapi untuk partai final saya pikir dari benua Eropa. Jerman dan Belanda layak untuk ketemu di final," kata Subangkit, kepada Goal Indonesia usai melatih para penggawa SFC.

Secara keseluruhan, lanjut Subangkit, tim yang lolos ke babak delapan besar ini tentunya sebuah tim yang bagus. Brasil misalnya, dinilai punya kecepatan dan dukungan dari suporter tuan rumah. Pastinya, hal itu menjadi tambahan motivasi buat para pemain tim Samba. Meski, untuk lolos ke delapan besar harus melewati Cili lewat drama adu penalti.

Kemudian tim Belanda, yang tampil luar biasa saat penyisihan grup dengan hasil sempurna tiga kemenangan. Kemudian unggul tipis 2-1 atas Meksiko di babak 16 besar.

"Dari sinilah saya lihat bahwa peluang negara benua Eropa sepertinya yang akan lolos ke final. Brasil tidak terlalu mudah masuk ke delapan besar ini. Di penyisihan grup saja sempat imbang dengan Meksiko," ulas Subangkit.

Lebih jauh, Subangkit mengakui memang sulit mengubah sejarah Piala Dunia yang sudah berlangsung 19 kali ini. Faktanya, setiap perhelatan sepakbola terakbar dunia ini berlangsung di benua Amerika, tak sekali pun gelar juara diraih negara dari belahan Eropa.

"Tapi bisa saja tahun ini negara Eropa yang jadi juara. Karena saya lihat banyak sekali kejutan pada Piala Dunia tahun ini, tim-tim non unggulan bisa masuk 16 besar bahkan delapan besar (Kosta Rika). Sementara banyak tim besar harus tersingkir," pungkasnya.(gk-55)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics