Sudah Tepatkah Pemain Timnas Indonesia Pilihan Alfred Riedl?

Alfred Riedl mengedepankan regenerasi ketimbang pilihan instan tanpa garansi, sudah tepatkah?

PSSI telah merilis 40 pemain tim nasional Indonesia yang dipersiapkan untuk Piala AFF 2016, November nanti, di Filipina dan Myanmar. Para pemain pilihan pelatih Alfred Riedl itu umumnya memang sudah mengikuti pemusatan latihan yang dimulai sejak Agustus lalu.

Gunawan Dwi Cahyo dari Persija Jakarta dan Johan Ahmat Farizi yang memperkuat Arema Cronus, menjadi pemain yang masuk daftar tersebut meski tak pernah sekali pun dipanggil untuk pelatnas. Walau begitu, keduanya memang tampil apik bersama klubnya masing-masing.

Yang menjadi sorotan tentu dengan ketiadaan beberapa pemain naturalisasi seperti Greg Nwokolo yang kini berkostum Persija Jakarta, Victor Igbonefo yang bermain di Thailand bersama Navy FC, bek Persipura Jayapura Bio Paulin dan gelandang Arema Raphael Maitimo.

Nama-nama di atas memang tak lagi dalam usia muda, namun mereka punya pengalaman yang cukup bagus dan diyakini bisa menjadi pelengkap yang bagus untuk skuat Merah-Putih. Ditambah, Riedl juga menepikan bomber gaek yang masih tajam, Cristian Gonzales.

Melihat dua penampilan Indonesia pada dua laga uji coba lalu, kontra Malaysia dan Vietnam, secara permainan memang masih jauh dari kata memuaskan. Masih terdapat kesalahan dalam membangun serangan dan celah dalam bertahan.

Evan Dimas dipercaya Riedl sebagai starter di lini tengah Garuda di dua laga uji coba tersebut. Permainannya tak buruk, tapi bisa lebih dari itu. Bayu Pradana yang jadi duetnya saat melawan Malaysia cukup bagus, apalagi untuk ukuran laga debut. Sementara Dedi Kusnandar yang jadi tandem Evan saat melawan Vietnam belum maksimal.







Kini, mari berharap bagaimana Riedl bisa menemukan formula agar lini tengah Indonesia lebih hidup. Dipanggilnya Stefano Lilipaly -- yang juga satu-satunya pemain naturalisasi -- diharapkan bisa melengkapi puzzle tersebut. Karena peluang Maitimo untuk tampil di Piala AFF tertutup, meski pemain itu mampu bertahan dan menyerang sama baiknya.

Dari pertahanan, duet Fachruddin Wahyudi dan Rudolof Yanto Basna cukup baik, meski dua gol Vietnam menunjukkan bahwa komposisi pertahanan Indonesia saat ini belum aman. Jujurnya, duet tersebut masih bikin tegang dan seakan tanpa komando. Walau awalnya membayangkan Igbonefo yang kenyang menghadapi pemain Thailand atau Bio bisa menjadi sosok jenderal di lini tersebut.

Abdul Rachman dan Benny Wahyudi di pos kiri dan kanan nampak masih riskan, meski sebenarnya masih ada Supardi (Sriwijaya) dan Tony Sucipto (Persib) yang bisa saja didaftarkan Riedl. Apalagi kedua pemain tersebut jadi instrumen penting tim masing-masing dan tampil konsisten musim ini.







Untuk lini depan, tak ada masalah dengan apa yang telah dipilih Riedl. Berbagai tiper striker menghuni daftar 40 pemain tersebut, dengan Boaz Solossa dan Irfan Bachdim punya potensi terbesar masuk skuat final. Ketiadaan Greg yang sedang onfire bersama Persija sebenarnya jadi kekecewaan tersendiri karena takkan ada trio BIG (Boaz, Irfan, Greg), yang tentu akan jadi bahan bagus untuk ditulis.

Terlepas dari itu, Riedl tahu apa yang ia inginkan dan (semoga) yang terbaik. Regenerasi jadi hal yang perlu dicatat untuk Piala AFF edisi ini. Banyak pemain debutan dan wajah yang lebih segar ketimbang para pemain naturalisasi yang terpinggirkan atau pemain lokal yang sudah kenyang pengalaman.

Sergio van Dijk, pemain naturalisasi yang sempat jadi bagian timnas pada Piala AFF 2014, pun mendukung keputusan Riedl. "Timnas mesti mempersiapkan regenerasi. Kalau pemain muda tidak dikasih kesempatan bermain nanti mereka tidak ada pengalaman," katanya.

Pada kesempatan ketiganya menukangi timnas, Riedl makin sadar bahwa ekspektasi tinggi selalu dilambungkan masyarakat Indonesia. Namun, ia juga sadar bahwa dua tahun terakhir sudah jadi masa yang mengecewakan untuk sepakbola Indonesia.

Mungkin, lebih baik kecewa saat ini daripada di masa yang akan datang. Setidaknya, Teja Paku Alam, Ricky Fajrin, Putu Gede, Basna, Evan, Hargianto, Lerby Eliandry dan sederet nama segar lainnya masih bisa tampil pada dua edisi AFF yang akan datang dengan bekal yang cukup.