Suharno Akui Pola 3-5-2 Tak Efektif

Suharno menilai terlalu boros mengawal satu penyerang lawan dengan tiga pemain belakang.

LIPUTAN ASAD ARIFIN DARI MALANG
Pelatih Arema Cronus Suharno mempertimbangkan untuk meninggalkan pola 3-5-2 yang tidak berjalan efektif ketika bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang, dan akan kembali ke skema awal.

Suharno memang mencoba pola 3-5-2 di laga tersebut. Namun skema tersebut tak berjalan efektif melawan tim dengan strategi bertahan. Arema baru bisa menguasai permainan setelah memasukkan Samsul Arif menggantikan Beny Wahyudi sekaligus mengganti pola menjadi 4-3-3.

“Menghadapi permainan tim dengan super defend dengan pola 3-5-2 ternyata kurang efektif. Satu penyerang tidak perlu dijaga tiga orang, seperti kemarin [striker Persita Cristian] Carrasco,” ujar Suharno.

“Setelah kita ubah menjadi menjadi 4-3-3, permainan lebih berkembang. Buktinya kita bisa menguasai pertandingan. Ini pelajaran untuk laga selanjutnya.”

Pelatih kelahiran Klaten ini juga menampik anggapan Arema gagal menembus pertahanan rapat Pendekar Cisadane. Munurutnya, Cristian Gonzales dkk mampu menciptakan banyak peluang di depan gawang lawan, tapi penjaga gawang Persita Yogi Triana bermain sangat cemerlang.

“Dengan hasil yang kemarin tentu banyak yang belum puas. Sebetulnya, kemarin secara permainan, kita bisa bermain separuh lapangan. Saya tidak sependapat jika dikatakan tidak bisa melewati pertahanan super defend seperti kemarin. Kita bermain baik, tapi kiper lawan juga bermain bagus,” ucap Suharno. (gk-57) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.