Suharno Akui Sulit Tembus Pertahanan Pusamania Borneo FC

Suharno mengungkapkan, Arema baru bisa menambah dua gol ketika Pusamania bermain terbuka.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG Ikuti di twitter
Pelatih Arema Cronus Suharno memuji pertahanan Pusamania Borneo FC ketika tim besutannya mengalahkan klub Divisi Utama Liga Indonesia tersebut dengan skor 3-0 di Stadion Gajayana, Sabtu (19/7) malam WIB.

Menurut Suharno, para pemain sangat kesulitan menembus pertahanan Pusamania. Tetapi, instruksi untuk bermain sabar dengan memainkan umpan satu-dua sambil menunggu pertahanan lawan terbuka akhirnya berbuah manis. Arema mampu mencetak tiga gol sebagai pembeda dengan tim dari Kalimantan Timur itu.

“Pusamania adalah tim yang sangat bagus. Apalagi tadi mantan pemain Arema seperti Fery Aman Saragih dan Akbar Rasyid bermain dengan sangat ngotot di hadapan Aremania. Tetapi saya ingin anak-anak bermain dengan sabar, karena nanti ketika kami melawan Barito, kesabaran akan kita lakukan untuk memenangkan pertandingan,” urai pria kelahiran Klaten itu.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengungkapkan, dia juga sengaja melakukan perubahan formasi di babak kedua, dimana pola 4-4-2 yang menggunakan dua striker diganti skema 4-3-3 untuk memanfaatkan serangan dari sayap dengan menggantikan Sunarto oleh Dendi Santoso.

“Kami memang sengaja mencari pola-pola ketika pertandingan berlangsung. Terbukti tadi ada tambahan dua gol dari Arif Suyono,” ungkapnya.

Melawan peringkat pertama Grup 6 Divisi Utama, Arema memainkan sejumlah pemain yang selama ini sudah berlatih, satu-satunya pemain tim nasional Indonesia yang dimainkan adalah Hendro Siswanto. Sementara Cristian Gonzales, Samsul Arif, dan Kurnia Meiga disimpan.

Di babak pertama, Arema langsung mengambil inisiatif permainan. Pressing ketat langsung diterapkan di wilayah Pusamania. Akibatnya, tim asuhan Iwan Setiawan itu sangat sulit untuk keluar dari tekanan yang dilancarkan Arema. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk kerjasama antara Sunarto dan I Gede Sukadana yang membuat pemain asal Bali itu mencetak gol.

Di menit ke-19, Alberto 'Beto' Goncalves yang terlibat insiden dengan Rahmat Latif harus puas saat wasit memberikan kartu merah kepadanya. Karena ketika technical meeting sudah disepakati untuk tetap bermain 11 melawan 11. Beto yang keluar lapangan digantikan Cristian Gonzales.

Meskipun di sisa babak Arema punya beberapa peluang emas, termasuk tembakan Sunarto di menit ke-40 yang membentur tiang, skor 0-0 tetap bertahan.

Di babak kedua Pusamania berupaya memperkecil ketinggalan. Tentu, hal ini membuat pertahanan Pesut Etam terbuka, sehingga Arema mempu membuat dua gol melalui Arif Suyono di menit ke-62 dan 67.

Hingga peluit panjang ditiupkan wasit, skor 3-0 untuk kemenangan Arema tidak berubah. (gk-48)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.