Suharno Asah Formasi Baru Hadapi Barito Putera

Suharno mencoba formasi baru tapi klasik sebelum menghadapi Barito Putera dalam lanjutan ISL.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG Ikuti di twitter
Pelatih Arema Cronus Suharno terus berusaha memantapkan formasi baru yang akan diterapkan saat menghadapi Barito Putera dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL() 2014 di Stadion Demang Lehman akhir pekan ini.

Salah satu cara memantapkan formasi baru itu adalah dengan melakukan uji coba melawan tim Arema U-21. Suharni menyatakan, dirinya menginginkan formasi baru yang selama empat kali uji coba di bulan Ramadhan bisa makin dijalankan dengan mulus.

Karena itu, uji coba terakhir melawan Arema U-21 dianggap tes sesungguhnya karena dilakukan saat kondisi tidak puasa. Formasi itu adalah 3-5-2, sebuah formasi klasik klub Indonesia yang dimodifikasi Arema, mengingat absennya sejumlah pemain akibat cedera.

Ahmad Alfarizi yang selama ini menempati posisi full-back kiri digantikan Jimmy Suparno. Namun, Jimmy yang berakrakter menyerang akhirnya dijadikan sebagai sayap kiri. Sedangkan di sayap kanan masih ada Benny Wahyudi ataupun Arif Suyono.

Bahkan dalam formasi baru itu, Arif mampu tampil lebih subur dengan membuat empat gol dari empat pertandingan. Sementara tiga pemain di lini vital diisi Victor Igbonefo, Thierry Gathuessi dan Purwaka Yudi.

“Kita memang mencoba memakai formasi 3-5-2, saat Gustavo [Lopez] dan [Ahmad] Bustomi absen karena cedera. Otomatis kita memainkan pemain lain,” ungkap Suharno.

Meski belakangan Gustavo dan Alfarizi sudah fit, dan siap untuk bermain, nampaknya tiga pemain tengah akan diberikan kepada Juan Revi, Hendro Siswanto dan I Gede Sukadana. Ketiganya sudah bahu membahu sebagai gelandang jangkar. Untuk lini depan, Arema masih bisa memanfaatkan tenaga Samsul Arif dan Alberto Goncalves untuk mengantisipasi kelelahan yang mungkin dialami Cristian Gonzales sehabis bertarung melawan Juventus.

“Kita mungkin bakal kehilangan tiga pemain yang sudah berkumpul di Jakarta untuk memperkuat ISL All Star. Tapi tim pelatih sudah melakukan utak-atik strategi yang pas untuk mengatasi para pemain yang bisa jadi akan kelelahan usai melawan Juventus,” ungkap jelas Suharno.

“Selain itu selama ini kan Victor yang belum pernah bermain bersama dengan formasi baru, sehingga bagaimana pergerakan dan komunikasi yang dia lakukan nanti akan sangat penting.”

Arema Cronus memang berharap juniornya nanti mampu memberikan pelajaran. Maklum, sebagai tim muda, Ongis Licek punya kelebihan dalam hal kecepatan. Sebagai gambaran, uji coba terakhir Arema melawan Arema U-21 berakhir dengan skor 1-1.

“Barito Putra juga punya permainan cepat,” lanjut pelatih kelahiran Klaten itu.

Di sisi lain, Arema U-21 juga punya kepentingan di laga uji coba ini. Usai memastikan lolos ke babak 12 besar, Ongis Licek butuh lawan dengan kualitas di atas mereka untuk menjaga mental tanding, dan meningkatkan skill permainan. Terlebih, Arema U-21 di laga 12 besar ISL U-21 tergabung di Grup K yang seluruh pertandingannya dilangsungkan di luar Malang, yaitu Padang dan Kediri pada awal September mendatang. (gk-48) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.