Tabu Chelsea Berakhir, Lionel Messi Makin Menakutkan Bagi Tim Inggris

Gol nomor satu Lionel Messi ke gawang Chelsea turut menegaskan dirinya sebagai musuh nomor satu klub-klub Inggris di Liga Champions.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter


Selalu ada yang pertama untuk segalanya. Bagi pesepakbola sekaliber Lionel Messi, yang nyaris meraih segala trofi dan rekor, ternyata masih ada segelintir hal yang belum pernah “diperawaninya". Gelar Piala Dunia adalah contoh paling mencolok. Contoh berikutnya adalah gawang Chelsea.

Sebelum kick-off Chelsea versus Barcelona dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (21/2) dini hari WIB, fokus pembicaraan tertuju pada ketidakmampuan Messi menjebol gawang The Blues. Ya, Messi sudah melewatkan delapan duel kontra Chelsea di Liga Champions tanpa satu pun gol.

Yang paling menyakitkan terjadi pada April 2012 dalam leg kedua semi-final. Messi punya kans untuk meloloskan timnya ke final, namun penalti yang dieksekusinya membentur mistar Petr Cech. Tragis, karena kemudian justru sepuluh pemain Chelsea yang sanggup mencetak gol untuk menyingkirkan Barca.

"Di ruang ganti Barcelona setelah laga melawan Chelsea itu, saya melihat Leo menangis. Orang-orang tak melihatnya, tapi itu adalah bagian dari sepakbola. Pemain besar punya standar yang sangat tinggi," ungkap eks rekan setim Messi, Alexis Sanchez, menceritakan malam yang absurd di Camp Nou itu.

Enam tahun berlalu, dalam laga kesembilan versus Chelsea, Messi sempat terlihat kesulitan untuk mematahkan kutukan itu. Armada Antonio Conte tampil menjanjikan di Stamford Bridge dengan taktik defensifnya dan bahkan unggul lebih dulu via Willian. Lalu, yang ditunggu Messi akhirnya tiba.

GFXiD Messi Akhiri Tabu

Sebuah umpan ceroboh Andreas Christensen di depan kotak penalti dipotong Andres Iniesta. Bola lantas disodorkan kepada Messi untuk langsung disambar ke tiang dekat Thibaut Courtois. Gol! La Pulga mengakhiri kemajalannya selama 730 menit melawan Chelsea.

Meski tabu Chelsea sudah berakhir, gol itu nyatanya bukan milik Messi seorang. Seisi tim Barcelona patut bersyukur, karena gol tandang itu punya nilai krusial sebagai modal dalam leg kedua pada 14 Maret mendatang di Camp Nou. Bagaimanapun, Messi tetap menjadi pusat atensi pascalaga.

Hal lain yang tidak kalah menarik, gol edisi perdana ke gawang Chelsea itu kian menegaskan Messi sebagai musuh bebuyutan tim-tim Inggris. Sepanjang sejarah Liga Champions, Messi adalah pemain yang paling sering meneror gawang tim-tim Liga Primer Inggris dengan torehan 18 gol.

Jumlah itu unggul jauh ketimbang pemain lain, seperti Cristiano Ronaldo (11 gol) dan bintang Bayern Munich Thomas Muller (9). Namun jika berbicara total gol di Liga Champions, Messi (98) masih kalah dari Ronaldo (116), sang topskor sepanjang masa kompetisi.

Dari 18 gol tersebut, setengah di antaranya dibikin Messi ke gawang Arsenal, termasuk lesakan quat-trick di perempat-final musim 2009/10. Duo Manchester, City (6) dan United (2), menjadi korban favorit berikutnya. Meski lebih sedikit dijebol, United dipastikan lebih sakit hati karena Messi mencetak kedua gol tersebut di partai final.

 

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INII
1. Alasan Bobotoh Terpilih Sebagai Suporter Terbaik Piala Presiden
2. Manchester City Parodikan Dilan 1990
3. Marko Simic Siap Jika Dibutuhkan Timnas Indonesia
4. Kesalahan Teknis Bikin Gol Juan Mata Dianulir VAR
5. Xavi: Kemenangan Real Madrid Atas PSG Tidak Adil!