Tak Lolos Verifikasi, Panpel Perseru Serui Berang

Charles Ghomar menegaskan, Stadion Marora layak untuk menggelar pertandingan Liga 1.

Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Perseru Serui merasa gusar dengan keputusan PSSI dan operator kompetisi Liga 1 2017, PT Liga Indonesia Baru (LIB), yang tidak meloloskan Stadion Marora sebagai kandang Kuda Laut Jingga.

Ketua panpel Perseru Charles Ghomar mengatakan, mereka merasa tak dianggap sebagai bagian dari Republik Indonesia, dan mengancam siap keluar dari kompetisi resmi yang digelar PSSI tersebut.

“Perseru itu adalah jati diri masyarakat Papua bersama Persipura, dan saya pikir Stadion Marora sangat layak digunakan untuk Liga 1,” cetus Charles.

Charles mendapat informasi salah satu alasan yang membuat Marora tidak lolos verifikasi adalah perjalanan menuju Serui. Sejumlah klub sebelumnya mengeluhkan kondisi tersebut.

Charles menyatakan, akses menuju Serui tak seharusnya menjadi alasan yang membuat mereka harus pindah homebase. Sebab, saat ini sudah ada pesawat Trigana dengan kapasitas 49 penumpang yang melayani rute Jayapura ke Serui atau Biak ke Serui.

Selain itu, ada moda transportasi laut yang setiap harinya banyak jadwal kapal cepat melayani penyeberangan dari Biak ke Serui. Jika biasanya Biak-Serui ditempuh enam hingga tujuh jam, kini bisa dijangkau empat sampai lima jam.

“Jadi artinya transportasi bukanlah masalah. Kalau tim lain menyebut transportasi sulit ke Serui, menurut kami tidak etis. Bagaimana kalau kami yang berangkat 17 kali bertandang ke klub lain, tapi kami tidak mengeluh,” pungkas Charles.