Tanpa Kemenangan & Kering Gol, Real Madrid Rindu Cristiano Ronaldo

Sang juara Eropa pulang dari Rusia dengan membawa sejumlah masalah.

Nuansa Piala Dunia 2018 begitu terasa ketika Real Madrid menyambangi Luzhniki Stadium, markas CSKA Moskwa, dalam matchday kedua Liga Champions, Rabu (3/10).

CSKA sebetulnya tidak berkandang di Luzhniki. Namun euforia Piala Dunia yang masih tersisa di Rusia membuat CSKA berpindah ke Luzhniki demi memuat lebih banyak penonton. Tercatat 71.811 penonton memadati stadion kembaran Gelora Bung Karno itu untuk menyaksikan duel ini.

Di stadion itu tiga bulan lalu, Spanyol dibikin malu oleh Rusia akibat kalah adu penalti. Ada sejumlah pemain Madrid yang bermain di laga 16 besar Piala Dunia tersebut. Juga di tempat dan di ajang yang sama, Toni Kroos dibuat kaget setelah Jerman dibungkam Meksiko.

Hasil traumatis di Piala Dunia itu nyatanya masih menghantui para pemain Real Madrid dan merembet ke Liga Champions. Tampil dominan sepanjang laga di Luzhniki, sang juara Eropa malah terkapar 1-0.

Kroos membuat kesalahan di menit pertama dengan memberi "assist"  atas terciptanya gol kilat CSKA, yang dicetak oleh pemuda 20 tahun, Nikola Vlasic. Faktanya, Madrid boleh dibilang takluk oleh tim U-23 CSKA.

Ya, wakil Rusia itu menurunkan tujuh pemain di bawah usia 23 tahun di Starting XI mereka! Itu belum termasuk tiga youngster lain yang masuk di babak kedua.

Real Madrid CSKA

Namun yang lebih mengkhawatirkan dari hantu Piala Dunia dan kekalahan melawan bocah-bocah ingusan itu adalah terus berlarutnya kemajalan Los Blancos di depan gawang.

Untuk ketiga kalinya dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi, Madrid tak cuma gagal memetik kemenangan namun juga nihil gol! Opta mencatat, terakhir kali Madrid tanpa gol dalam tiga laga beruntun terjadi pada Januari 2007 silam alias lebih dari 11 tahun lalu saat masih dilatih Fabio Capello. 

Di Moskwa, pasukan Julen Lopetegui bukannya tanpa peluang. Sebanyak 26 tembakan mereka lepaskan ke arah Igor Akinfeev, empat di antaranya tepat sasaran. Bahkan Casemiro, Karim Benzema, dan Mariano Diaz masing-masing terpaksa melihat peluang emas mereka cuma mencium mistar.

GFXID Real Madrid - Efek Tanpa Ronaldo

Andai Gareth Bale, Sergio Ramos, Marcelo, dan Isco tidak absen karena cedera, Madrid mungkin bisa lebih banyak menciptakan peluang di pertandingan ini.

Andai yang lain adalah jika Cristiano Ronaldo masih berseragam putih-putih. Dalam situasi normal dan dengan peluang sebanyak itu, sangat mudah bagi seorang mesin gol seperti Ronaldo untuk membikin hat-trick.

Ronaldo tentu saja telah pergi.  Adapun para pemain Madrid yang tersisa saat ini tidak sepenuhnya bersalah karena mereka sudah menciptakan rentetan peluang dan menjalankan taktik yang diinstruksikan Lopetegui.

Namun kejutan di Luzhniki mengindikasikan bahwa terkadang sebuah tim butuh sosok individu kelas dunia yang membuat sistem bisa bekerja optimal, tidak malfungsi. Selama sembilan tahun di Santiago Bernabeu, Ronaldo terbukti menjadi sang pembeda yang dimaksud.

Cristiano Ronaldo Real Madrid 02 10 2018

Publik Madrid sendiri juga sudah gemas dengan situasi ini. Nyanyian chant Ronaldo sempat membahana di Bernabeu saat El Derbi madrileno akhir pekan lalu yang berakhir kacamata. Kerinduan Madrid akan Ronaldo tampak memuncak.

"Cristiano telah memasang standar yang sangat tinggi di Real Madrid. Anda tidak bisa menutupi matahari hanya dengan satu jari," kata Keylor Navas selepas kekalahan di Luzhniki.

Barangkali itulah pengakuan paling jujur tentang kondisi Madrid saat ini. Tanpa Ronaldo, ambisi Madrid untuk meraih titel Eropa ke-14 sekaligus yang keempat secara beruntun adalah mimpi yang amat sulit terkabul.

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Neraka Di Depan Mata Manchester United & Jose Mourinho
2. Fans Real Madrid Mulai Rindukan Cristiano Ronaldo
3. Marko Simic Alami Kecelakaan Lalu Lintas
4. Man United & Barcelona Jadi Destinasi Favorit Beppe Marotta
5. Daftar Rekrutan Penting Marotta Untuk Juventus
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

GFXID Banner Liga Champions 2018/19