Tanpa Lionel Messi, Barcelona Kehilangan Senjata Ampuh

Luis Suarez yang diharapkan mampu mengambil peran Messi, gagal memaksimalkan sejumlah peluang di Sevilla yang berujung kekalahan kedua bagi Barca


GOALOLEH    DEWI AGRENIAWATI    

Saat Lionel Messi mesti ditarik keluar pada menit awal pertandingan kontra Las Palmas pekan lalu, semua perhatian tertuju padanya. Blaugrana harap-harap cemas menanti kabar terkini dari pemain bintang yang langsung dilarikan ke rumah sakit ketika itu juga.

Kemenangan 2-1 atas tim promosi terasa agak pahit karena The Catalans menerima kabar buruk setelah mengetahui cedera ligament lutut-lah yang memaksa Messi menyudahi laga lebih cepat. Parahnya lagi, tim dokter menyebut Si Kutu butuh waktu sekitar delapan pekan untuk memulihkan kondisi.

Dan seperti yang sudah-sudah, absensi Messi menjadi tantangan tersendiri bagi Barca. Menjalani pertandingan tanpa pemain kesayangan jelas berbeda. Tapi di saat yang sama mereka dituntut membuktikan diri sebagai tim yang tidak Messi-dependensi, seperti anggapan banyak kalangan selama ini.

Benar saja, tanpa Messi di lapangan, Blaugrana kehilangan tajinya, setidaknya itu terpancar di Ramon Sanchez Pizjuan, markas Sevilla. Bertubi-tubi Barca melancarkan serangan, tak satu pun membuahkan gol dari open play. Tak ada pemain dengan insting membunuh seperti La Pulga.

Maka absensi Messi pun tergambar dari skor kacamata saat jeda, padahal rentetan peluang diciptakan. Padahal, gawang Sevilla termasuk favorit Messi. Sudah 26 gol dilesakkan Si Kutu dari 25 pertandingan kontra tim Andalusia, paling banyak dibandingkan melawan tim lain. Tapi kali ini Messi harus menepi dan dewi fortuna enggan berpihak pada skuat Luis Enrique.

“Tentu kami rindu [Lionel] Messi dan Iniesta, tapi Sevilla juga punya masalah cedera jadi itu tak bisa dijadikan alasan,” begitulah penggalan pernyataan Gerard Pique setelah Barcelona tumbang 2-1 di tangan Sevilla, Sabtu (3/10).

Barca bukannya bermain tanpa peluang. Upaya para pemain memasukkan si kulit bundar selalu terhalang oleh tiang dan mistar gawang, serta sejumlah penyelamatan impresif kiper Sergio Rico tentunya, yang membuat lini depan Barca frustrasi.

Sebaliknya, Sevilla yang sedang dirundung duka gara-gara baru sekali mengoleksi kemenangan di La Liga justru tampil bergairah dengan beberapa kali melakukan tekanan terhadap lini belakang Blaugrana. Seolah ingin membuktikan bahwa mereka belum habis. Hasilnya, skuat Unai Emery dua kali menjebol gawang Claudio Bravo – yang baru pulih dari cedera musim ini.

Ketika Messi absen di lapangan, Luis Suarez sukses mengambil peran pemimpin di barisan depan. Tiga dari empat gol yang dibukukan Azulgrana pada dua pertandingan terakhir adalah karya bomber asal Uruguay.

Maka wajar jika tim Catalan kembali menaruh harapan besar pada Suarez di Sanchez Pizjuan. Sayang kenyataan berkata lain, meski memiliki kans emas, mantan striker Liverpool tak mampu menjadikan dirinya sebagai pahlawan lagi. Dari sekian banyak peluang tercipta gawang Sevilla tak juga jebol – sampai akhirnya Neymar mengeksekusi penalti di babak kedua yang sempat membuka asa.

Hasil ini seolah menjadi penegasan bahwa Blaugrana tak bisa hidup tanpa Messi. Tak terhitung jumlahnya berapa kali pemain 28 tahun membawa tim keluar dari situasi sulit dengan gol atau assist kelas dunia. Tapi dalam ketidakhadirannya, pemainan Barca kurang elok. Tak ada lagi pemain mungil yang meliuk-liuk mengecoh lawan sebelum dengan dinginnya merobek gawang.

Tanpa sang bintang, serta Andres Iniesta, Rafinha, Thomas Vermaelen dan Adriano yang juga cedera, Xavi Hernandez dan Pedro Rodriguez yang tak lagi berseragam Blaugrana, dan rekrutan anyar Arda Turan maupun Aleix Vidal yang tak boleh tampil hingga Januari, ini jelas momen sulit untuk Luis Enrique.

Karena tipisnya skuat, pelatih Asturia memainkan Javier Mascherano di tengah - padahal itu bukan posisi favoritnya dalam lima tahun di Camp Nou - bersama Sergio Busquets dan Ivan Rakitic.

Di lini belakang, Jeremy Mathieu dipasangkan dengan Gerard Pique sementara Munil El Haddadi mengisi pos kanan lini depan bersama Suarez dan Neymar. Tapi Sevilla mampu memaksimalkan setiap kesalahan The Catalans, padahal mereka juga mengalami badai cedera.

Terlepas dari hasil negatif yang dicapai pasukan Unai Emery musim ini, duel jornada ketujuh boleh dibilang ujian besar pertama peraih treble winners musim lalu di tengah absensi Messi. Dan mereka gagal membuktikan diri tidak Messi-dependensi setelah melewatkan rentetan kans emas.

“Sungguh luar biasa kami meninggalkan lapangan dengan hanya satu gol,” terang Luis Enrique selepas pertandingan.

Penyesalan juga datang dari Luis Suarez: “Ketika Anda gagal memaksimalkan peluang dan membiarkan rival menyerang, Anda harus membayarnya.”

Itulah yang terjadi Sabtu kemarin. Tanpa Messi yang biasanya mampu membawa Barca keluar dari lubang jarum, dewi fortuna menjauhi mereka di Seville.

Meski tidak mutlak bisa memecahkan segala macam masalah bagi juara bertahan, dengan Messi setidaknya Barca lebih percaya diri, lebih bergairah. Kini, mereka tinggal berdoa semoga sang maestro bisa kembali untuk El Clasico di Real Madrid, 21 November.