Tantangan 2016 Untuk Barcelona

Dengan aura positif di ruang ganti Camp Nou, akankah Barcelona mampu menjawab tantangan besar di 2016?


GOALOLEH    DEWI AGRENIAWATI


Peluit panjang tanda berakhirnya duel Barcelona versus Real Betis - laga pamungkas Blaugrana tahun ini - baru saja berakhir. Tak ada kata selain sempurna yang pantas untuk menggambarkan The Catalans setelah mendominasi hampir semua kompetisi sepanjang 2015.

Tak hanya menjadi kampiun di kompetisi domestik, Blaugrana juga merajai pentas Eropa dengan menyabet triplet untuk kedua kali sepanjang sejarah usai menggondol trofi La Liga, Copa del Rey  dan Liga Champions. Tahun 2015 pun ditutup manis setelah menggulung River Plate 3-0 di Yokohama, Jepang, untuk menyabet gelar Piala Dunia Antarklub.

Lima gelar sepanjang 2015 menempatkan Luis Enrique sejajar dengan pendahulunya, Pep Guardiola, yang juga pernah mempersembahkan jumlah trofi yang sama pada 2011 dan hanya selisih satu dari tahun fenomenal 2009 ketika Lionel Messi dkk menyapu bersih enam trofi! Tak hanya itu, sukses di Yokohama juga menobatkan The Catalans sebagai satu-satunya klub yang mengoleksi tiga gelar Piala Dunia Antarklub.

Sedikit mengulas kembali sukses Barca tahun ini, yang ditandai dengan kemenangan liga ketika Messi mencetak gol di Vicente Calderon. Tak lama kemudian, Barca menambah trofi Copa del Rey dengan membekuk Athletic Bilbao 3-1 di Camp Nou, dimana La Pulga kembali jadi bintang melalui gol memukaunya.

Sampai akhirnya perjalanan Barca di ajang Liga Champions tiba di Berlin, tempat dilangsungkan laga final melawan wakil Serie A Italia, Juventus. Gol-gol Ivan Rakitic, Luis Suarez dan Neymar membuahkan kemenangan 3-1 sekaligus menjadikan Barca klub pertama yang dua kali merengkuh treble winners.

Jelang kick-off kompetisi reguler, Barca membawa pulang penghargaan Piala Super Eropa di Tbilisi dengan menekuk klub dari negara sendiri, Sevilla, melalui gol Pedro Rodriguez -kini di Chelsea- di babak perpanjangan waktu. Dan terakhir Piala Dunia Antarklub menjadi penutup tahun yang sempurna. Satu-satunya gelar yang gagal dibawa ke Camp Nou tahun ini adalah Piala Super Spanyol setelah The Catalans secara mengejutkan ditekuk Bilbao.

Bicara soal kepuasan, sepertinya tidak ada dalam kamus klub sekelas Blaugrana. Diklaim sebagai salah satu klub terbaik dunia, armada Luis Enrique selalu dituntut menunjukkan penampilan terbaik dan menargetkan gelar di setiap kompetisi. Menjaga rasa lapar gelar inilah yang bakal menjadi tantangan klub Catalan di tahun 2016 yang hanya tinggal hitungan jam lagi.

Namun bek sayap Dani Alves menegaskan akan terus mengejar gelar setelah menutup tahun dengan manis di Jepang.

"Saya pikir ini satu diantara banyak gelar yang kami raih. Masing-masing memiliki keunikan, rasa spesial, dan ini gelar ketiga di Piala Dunia Antarklub dan saya harap kami tidak berhenti di sini."

Mempertahankan tiga gelar mayor menjadi agenda wajib Blaugrana untuk tahun depan. Jalur menuju triplet ketiga pun terbuka lebar, meski tidak bisa juga dikatakan mudah. Di La Liga, Azulgrana sejauh ini masih memuncaki klasemen usai mengoleksi 38 poin - selevel dengan Atletico Madrid - dan unggul dua dari musuh bebuyutan, Los Merengues, tapi Barca mengantungi kelebihan satu laga.  The Catalans juga telah memainkan laga tandang di Real Madrid, Atletico Madrid, Sevilla, Celta Vigo dan Bilbao, enam pertandingan away yang dianggap paling sulit musim ini.

Sementara untuk mempertahankan Copa del Rey, klub Biru-Merah sudah ditunggu tim sekota, Espanyol, di babak 16 besar setelah menyingkirkan Villanovense di babak sebelumnya. Dengan Los Blancos telah didiskualifikasi menyusul blunder menurunkan pemain ilegal melawan Cadiz, langkah Barca menuju tangga juara sepertinya sulit dibendung.

Satu hal yang mungkin agak sulit bagi klub Catalan adalah mempertahankan gelar Liga Champions. Maklum, sejak dengan format baru, tak ada klub yang berhasil merengkuh gelar paling bergengsi di Eropa ini dua musim konsekutif. Manchester United nyaris melakukannya pada 2009, namun rasa penasaran mereka dihentikan Barca di laga final di Roma. Dipertemukan dengan Arsenal di babak 16 Besar, Blaugrana diunggulkan lolos ke babak berikutnya. Kuncinya hanya satu: menjaga konsistensi.

Untungnya, Barca akan memulai tahun dengan mood positif. Selain datang sebagai pemuncak klasemen sementara, penampilan para pemain juga lagi bagus-bagusnya. Luis Enrique tak perlu lagi cemas kalau-kalau sang pemain bintang, Messi, kembali ditimpa cedera. Tengok saja bagaimana duet Luis Suarez dan Neymar memporak-porandakan gawang lawan di tengah absensi Si Kutu beberapa waktu lalu. Kombinasi keduanya telah membuahkan 29 gol, lebih dari separuh total gol tim 40 hingga jornada 17. 

Kerja sama trio MSN Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar yang kian padu di atas lapangan memang menjadi senjata andalan The Catalans. Hingga pertandingan terakhir kontra Betis yang dimenangkan Barca 4-0 dini hari tadi, Messi dan Suarez masing-masing telah membukukan 48 sementara Neymar 41 gol dengan ketiganya memberikan kontribusi 76,1 persen sekaligus mengantar Barca mematahkan rekor gol Madrid (178) tahun lalu dengan membukukan 180 gol sepanjang 2015.

Perlu dicatat, Messi juga belum kembali ke performa terbaik setelah cedera awal musim ini. Bisa dibayangkan jika Messi sudah kembali ke penampilan puncak seperti di awal tahun ini. Untuk itu, Barca boleh bangga menyebut diri tidak lagi Messi-Dependensi, label yang kerap menggeroti klub setiap kapten Argentina menepi.

Kedekatan antar pemain memang diakui penyerang 28 tahun sebagai kunci sukses Blaugrana. "Sungguh spektakuler kami memenangkan lima trofi sepanjang tahun. Ini impresif, sangat spesial meraih ini. Menutup musim seperti ini sangat indah," tutur Si Kutu.

"Kami memiliki hubungan fantastis di ruang ganti. Kami sudah main bersama sejak lama dan itu membantu kami. Grup kami lebih kuat karena kedekatan ini."

Dan jangan lupa, Barca bakal mendapat tambahan amunisi ketika dua penggawa mereka, Arda Turan dan Aleix Vidal, yang dibeli sejak musim panas bisa diturunkan saat sanksi transfer selesai per Januari ini.

Nah, dengan aura positif di ruang ganti Camp Nou, akankah Barcelona mampu menjawab tantangan besar di 2016?

Topics