Teka-Teki Pelatih Timnas Indonesia Selanjutnya

PSSI membiarkan teka-teki soal siapa pelatih timnas Indonesia selanjutnya. Mari berharap sebuah kejutan.

Tim nasional Indonesia telah merampungkan tahun 2016 dengan keluar sebagai  runner-up  Piala AFF 2016 di bawah kepelatihan Alfred Riedl. Timnas Indonesia kalah dari Thailand pada partai final dengan agregat 3-2.

Sukses membawa timnas Indonesia ke final Piala AFF dengan segala keterbatasan tak jadi jaminan Riedl akan dipertahankan PSSI. Federasi sepakbola Indonesia itu sendiri masih bungkam soal siapa yang bakal jadi nakhoda  Garuda  selanjutnya.

Beberapa kandidat telah disaring PSSI tanpa menyebut siapa saja kandidat tersebut ke media. Yang pasti, Riedl jadi salah satu calon yang bisa kembali menukangi timnas Indonesia dan yang bersangkutan pun selalu membuka peluang untuk itu.

Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi sempat membeberkan bahwa Spanyol jadi patokan untuk membangun kembali sepakbola Indonesia. Bukan tak mungkin, pelatih asal Spanyol lah yang jadi juru taktik timnas Indonesia selanjutnya.

Dari Spanyol, Luis Fernandez jadi nama yang mencuat untuk menukangi timnas Indonesia. Pria 57 tahun itu malang melintang di level klub mau pun timnas, ia pernah menukangi Paris Saint-Germain, Espanyol, timnas Israel hingga Guineia.

Namun melihat prestasi dari yang bersangkutan, mantan gelandang bertahan timnas Spanyol itu tak begitu menonjol dalam dunia manajerial. Edy sendiri ingin pelatih yang pernah membawa timnas menjadi juara, dan hal itu tak pernah dilakukan Fernandez.

Pada kongres PSSI 2017, 8 Januari nanti, akan diumumkan siapa yang jadi pelatih timnas Indonesia. Tak hanya senior, tapi juga di level kelompok umur di mana Indra Sjafri sudah dipastikan akan melatih salah satu timnas.

Diyakini, Indra akan kembali menukangi timnas U-19, sebagaimana pelatih Bali United itu pernah mendulang sukses dengan membawa timnas U-19 juara Piala AFF 2013. Gaya blusukan Indra pada periode tersebut kemungkinan akan kembali diulangi PSSI.

Indra tak langsung mulai dengan U-19, bisa jadi ia juga rangkap jabatan dengan melatih U-16 dan memulai proses  scouting  yang pernah ia lakukan ketika menemukan Evan Dimas cs. Indra berpotensi kembali mencari berlian yang terpendam di pelosok Indonesia untuk membangun fondasi timnas mulai dari U-16.

Pelatih muda Rudy Eka Priyambada juga diisukan masuk daftar pelatih timnas kelompok usia muda, meski yang bersangkutan kini masih melatih Celebest FC dan enggan memberikan respons terkait hal itu ketika dihubungi. Bahkan nama Wolfgang Pikal , asisten Riedl di timnas Indonesia juga kabarnya masuk daftar untuk timnas junior.

Lantas, siapa yang akan menukangi timnas senior? Masih misteri memang, namun melihat kriteria pelatih yang diinginkan harus pernah membawa tim Asia menjadi juara maka bisa mengingat nama Raddy Avramovic .

Mantan kiper Notts County itu pernah melatih berbagai negara Asia seperti Kuwait dan Oman U-23. Ia mampu membuat Singapura jadi tim yang disegani di kawasan Asia Tenggara dengan menjuarai Piala AFF sebanyak tiga edisi.

Myanmar jadi timnas terakhir yang dilatih Raddy, pria asal Serbia berusia 67 tahun itu kini lebih sibuk menjadi komentator di Singapura. Ketika coba menanyakan kans melatih Indonesia, jawaban dari yang bersangkutan pun tak jelas.

Mari kembali mengingat siapa saja sosok asing yang pernah bekerja sama dengan PSSI, karena terakhir kita dikejutkan dengan penunjukan ulang Riedl sebagai pelatih timnas Indonesia untuk kali ketiga pada Piala AFF 2016 lalu.

Sorotan pun tertuju pada Pieter Huistra . Masih segar, belum pernah gagal, dan juga belum tuntas. Ya, pria asal Belanda itu tak bisa menjalankan tugasnya apalagi memetik hasilnya ketika ia dipercaya sebagai direktur teknik PSSI. Tak lain karena friksi sepakbola nasional pada 2015 hingga suspensi FIFA dijatuhkan.

Huistra sempat dipercaya sebagai pelatih timnas Indonesia untuk Pra Piala Asia 2019 dan Piala Dunia 2018. Namun, tak satu pun laga dijalani Huistra karena hukuman FIFA terlanjur dijatuhkan kepada Indonesia. Ia lantas ke Jepang, membantu klub yang baru berdiri, Iwaki FC, dan menuai hasil yang memuaskan di sana.

Mantan pemain sayap timnas Belanda itu pernah membuka peluang untuk kembali terlibat di sepakbola Indonesia. Belakangan ia pun datang ke Indonesia, meski ketika dihubungi tak ada jawaban dari pria 49 tahun itu. Tapi mengingat kebiasaan PSSI yang tak suka cari orang jauh-jauh, setidaknya Huistra pasti masuk hitungan calon pelatih.

Hans Peter Schaller mungkin jadi nama yang tak difavoritkan untuk jadi pelatih timnas Indonesia. Namun sosok ini punya peran dalam membentuk timnas Indonesia pada Piala AFF 2016 lalu. Bukan sosok yang banyak bicara, namun dipastikan ia turut andil dalam membantu Riedl membentuk timnas Indonesia -- yang berbeda dari dua edisi sebelumnya ketika juga ditukangi Riedl.

Riedl, dibantu Hans dan tentu saja Pikal, memberikan karakter yang baru untuk timnas Indonesia pada Piala AFF 2016 lalu. Karakter yang mungkin dirasa Hans cocok dan seharusnya dilakukan tim Asia. Riedl menemukan kenyamanan dan cara yang pas untuk membangun timnas Indonesia, meski hasilnya belum sampai pada trofi Piala AFF lalu.

Tapi bisa jadi, kejutan pelatih timnas Indonesia adalah Riedl dan bukan Guus Hiddink yang diidamkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Riedl sendiri pernah menyatakan: "Saya rasa akan jadi hal yang menarik membangun timnas Indonesia ini untuk bisa menyaingi Thailand bebrapa tahun ke depan," usai kalah di partai final.

Perlu diingat hal menarik dari PSSI kali ini adalah benar-benar ingin membangun. Beberapa tahun terakhir timnas kerap memilih pelatih untuk mengincar hasil, bukan menanam biji yang kemudian dituai buahnya.

Absensi timnas senior dari Pra Piala Dunia dan Pra Piala Asia jadi momen untuk membangun timnas hingga Piala AFF 2018 datang. Pelatih senior nantinya akan rangkap jabatan sebagai timnas U-22 yang akan berlaga di SEA Games Malaysia tahun ini.

Pilihannya ada di PSSI antara memilih untuk merangkai timnas Indonesia senior dengan karakter baru atau meneruskan ambisi Riedl dengan  blueprint  yang sudah ia siapkan sejak membangun tim pada Piala AFF 2016 lalu.

Mari menunggu kejutan apa lagi yang akan hadir dari PSSI. Entah itu benar-benar mengejutkan atau tak lagi membuat heran.