Terkuak, Fakta Di Balik Kontrak Lionel Messi

Penghasilan Lionel Messi akan melonjak nyaris dua kali lipat musim depan, tetapi itu bukan kenaikan gaji, melainkan justru pembayaran yang ditangguhkan di kontrak barunya.

Gaji Lionel Messi di Barcelona bakal meningkat musim depan lantaran ia telah setuju untuk menunda kenaikan bayaran selama dua tahun saat memperpanjang kontraknya, demikian fakta yang dihimpun berdasarkan informasi dari sumber-sumber yang dekat dengan sang superstar Argentina.

Sebelumnya beredar laporan pada Selasa (26/1) lalu yang menyatakan penghasilan La Pulga bakal melejit nyaris dua kali lipat, dari €22 juta menjadi €42 juta, dan Barca juga diklaim mesti membayarkan ongkos "kompensasi" kepada striker 28 tahun itu bila memutuskan menjualnya pada 2016 atau 2017.

Namun, nyatanya biaya-biaya ini adalah hak Messi dari dua musim lampau, sesuai ketentuan yang disepakatinya ketika ia menandatangani ekstensi kontrak.

Sumber-sumber intern menjelaskan bahwa nominal-nominal yang terungkap sejatinya berkaitan dengan "biaya tangguhan dari dua musim terakhir, yang akan dibayarkan dalam dua musim ke depan" dan oleh karena itu tidak merepresentasikan kenaikan gaji.

"Penyebab pembayaran-pembayaran yang tertunda ini datang dari sebuah kesepakatan ketika perpanjangan kontrak terjadi dua tahun lalu dan merupakan buah dari hubungan yang sangat baik antara klub, Messi, dan ayahnya [Jorge]," tambah narasumber.

Dengan demikian, secara sederhananya Messi menyetujui kontrak berdurasi empat musim dengan gaji tahunan sebesar €32 juta. Akan tetapi, untuk meringankan beban finansial klub dalam jangka pendek, ia tak keberatan detail kontrak dimodifikasi sehingga menerima bayaran lebih rendah pada dua tahun pertama sebelum digaji lebih tinggi untuk dua musim tersisa dalam ikatannya.

Jadi, alih-alih mendapat bayaran rata €32 juta per musim selama empat tahun, gaji Messi berturut-turut adalah €22 juta dalam dua musim pertama dan €42 juta dalam dua musim pamungkas.

Satu-satunya permintaan Messi adalah agar "tim pengacaranya mencantumkan obligasi bagi Barcelona untuk membayarkan selisih gajinya apabila kesepakatan antara kedua pihak berakhir lebih dini dari 2018."

Artinya, kalau Blaugrana menjual Messi pada 2016, mereka harus membayarkan kekurangan €20 juta berupa gajinya yang ditangguhkan dalam dua tahun ke belakang - dan €10 juta bila ia dilego pada 2017 - sehingga jelas bahwa ini juga bukan "kompensasi".

Biar bagaimanapun, tipis sekali kemungkinan sang andalan bakal angkat kaki dari Camp Nou. "Leo tidak memikirkan tentang meninggalkan klub atau tentang uang, hanya tentang mencetak gol dan membantu klub memenangi titel-titel," tegas narasumber.