Tersingkir Dari Copa America 2015, Brasil Langsung Tatap Kualifikasi Piala Dunia 2018

Miranda selaku bek Brasil menyebut negaranya akan langsung mengalihkan fokus ke kualifikasi Piala Dunia 2018 setelah disingkirkan Paraguay di perempat-final Copa America 2015.

Bek tim nasional Brasil Miranda tidak ingin larut dalam kesedihan setelah disingkirkan Paraguay dari Copa America 2015. Seperti diketahui, langkah tim Samba terhenti di babak perempat-final lantaran kalah di drama adu penalti.

Di pertandingan itu, Robinho sempat membuat Brasil unggul cepat di menit ke-15 dan membawa timnya menguasai pertandingan di babak pertama. Akan tetapi, sebuah penalti yang diberikan wasit kepada tim lawan di paruh kedua berhasil dituntaskan oleh Derlis Gonzalez hingga memaksa laga ditentukan lewat adu penalti.

Di babak tos-tosan tersebut, hanya tiga dari empat pemain Brasil yang bisa melesakkan bola ke gawang, sementara empat pemain Paraguay mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Setelah kegagalan ini, Miranda yang mewakili Brasil menyebut negaranya akan langsung mengalihkan fokus dengan membidik kelolosan ke Piala Dunia 2018, yang menurut rencana bakal digelar di Rusia.

“Sulit untuk berkata-kata sekarang, ini momen yang menyedihkan, padahal kami tampil solid. Kami kebobolan karena pelanggaran di kotak terlarang, yang membuahkan penalti. Dan penalti itu sungguh disayangkan. Kami harus tetap menegakkan kepala, dan kini kami menatap kualifikasi Piala Dunia,” ujarnya kepada Sportv.

Mengenai dua eksekutor Brasil yang gagal, Miranda menambahkan: “Mereka dipersiapkan dan dipilih untuk mengambil penalti itu. Masalahnya dengan penalti, terkadang Anda bisa siap dan gagal, dan di sana hanya ada kegagalan atau kesuksesan. Mereka itu sejatinya sudah mempersiapkan diri, namun dua algojo gagal, itu terjadi.

“Tim ini sudah tampil baik sejauh ini, kami mendapati sejumlah laga penting, sejumlah laga sulit, tampil bagus, meski ada kalanya tidak. Namun kini kami harus memikirkan kualifikasi [Piala Dunia]. Itu adalah hal terpenting buat kami sekarang.”

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.