Terungkap, Bagaimana Chelsea Kalahkan Arsenal, Juventus & Real Madrid Dalam Perburuan N'Golo Kante

The Blues menuntaskan transfer £30 juta untuk pemain asal Prancis tersebut, tetap bagaimana mereka mengalahkan para pesaing?

N'Golo Kante mungkin telah menuntaskan transfer ke Chelsea akhir pekan kemarin, tetapi The Blues harus berjuang keras untuk mendapatkan sang pemain dengan banyak ketertarikan dari klub-klub besar Eropa lain.

Pemain asal Prancis itu diminati oleh beberapa klub yang akan bermain di Liga Champions musim depan - termasuk Juventus, Arsenal dan Real Madrid - sementara Leicester City juga menawarinya kontrak baru berdurasi empat tahun agar ia bersedia bertahan di King Power Stadium.

Tetapi, Chelsea dan pelatih baru Antonio Conte yang sukses mengamankan jasa nominasi pemain terbaik PFA tersebut, jadi bagaimana mereka bisa meraih sukses dalam salah satu transfer terbesar musim panas ini?


SIAPA YANG CHELSEA KALAHKAN DALAM PERBURUAN KANTE?


Juventus nyaris mendatangkan eks pemain Caen ke dalam skuat musim 2016-17 campaign setelah mereka melakukan pertemuan dengan perwakilan klub, tetapi tidak ada kesepakatan terkait banderol membuat juara bertahan Serie A Italia itu gagal.

Klub kampung halaman Kante, Paris Saint-Germain juga sangat tertarik mengingat kedekatan emosional pemain dengan klub, tetapi seperti Juve, mereka tidak mampu mencapai sesi duduk dengan agen pemain sebelum Chelsea masuk.

Di tempat lain, pelatih Real Madrid Zinedine Zidane juga ingin merekrut gelandang tengah untuk menambah kekuatan tim, tetapi mereka tidak bergerak cepat meski Kante masuk dalam daftar buruan dalam beberapa pekan terakhir.

Di Liga Primer Inggris, Arsenal memilih untuk abai karena memindahkan fokus mencari striker setelah mendatangkan Granit Xhaka, sementara Manchester City juga enggan mengejar tanda tangan sang bintang.

Mungkin persaingan terbesar datang dari Tiongkok, dengan Shanghai Shenhua dikabarkan mengajukan penawaran sebesar £35 juga, meski sang pemain kurang tertarik untuk hijrah ke luar Eropa terlepas dari besarnya penawaran.

Semua itu membuat pintu terbuka untuk Chelsea dan Conte bergerak cepat demi meningkatkan kualitas tim yang secara mengecewakan hanya duduk di posisi sepuluh klasemen akhir Liga Primer musim lalu.


BAGAIMANA DENGAN KLAUSUL PENJUALANNYA?


Kabar terkait Kante musim panas ini kerap fokus pada klausul penjualannya di dalam kontrak Leicester yang hanya sebesar £20 juta, sehingga membuatnya menjadi salah satu pemain paling panas di bursa.

Jadi mengapa Chelsea dipaksa untuk merogoh kocek £10 juta lebih dalam untuk membawanya ke Stamford Bridge?

Pengacara olahraga, Jake Cohen, menjelaskan kepada Goal, klausul dalam kontrak Kante lebih mengarah terhadap itikad baik, daripada klausul penjualan secara otomatis seperti yang dimasukkan pemain lain dalam kontrak mereka.

"Ketika klausul penjualan secara otomatis memaksa klub menerima tawaran dengan banderol spesifik di kontrak - seperti kita lihat musim panas kemarin dengan Manchester City mengaktifkan klausul  £8 juta untuk membeli Fabian Delph dari Aston Villa - klausul itikad baik diperlukan klub untuk masuk ke dalam negosiasi itikad baik, dengan klub mengajukan penawaran seperti tertera dalam kontrak.

"Bagaimanapun juga, klub tidak memiliki kewajiban untuk menjual pemain untuk harga yang lebih rendah dari nilai pasarnya. Contoh yang menggambarkan klausul penjualan itikad baik adalah penolakan Liverpool terhadap tawaran Arsenal untuk Luis Suarez, meski Arsenal mengajukan £40 juta seperti dalam klausul, ditambah satu pound.

"Karena itu tidak mencerminkan nilai pasar Suarez, Liverpool bebas untuk menolak tawaran sebelum menjualnya ke Barcelona dengan banderol lebih banyak."


APA PERAN CONTE?


Dampak positif Conte, seperti yang ia berikan kepada Juventus dan tim nasional Italia, tampaknya sudah mulai tampak di Stamford Bridge.

Seperti yang ia lekukan ketika klub bernegosiasi untuk kontrak baru John Terry dan merekrut Michy Batshuayi dari Marseille, sang pelatih berbicara langsung dengan Kante pada telepon, membujuknya agar bersedia bergabung dalam rencananya di London.

Dan Kante tampaknya terkesan dengan apa yang didengar, ia mengungkapkan pelatih asal Italia menjadi salah satu alasan utama bergabung dengan The Blues.

"Pada awal musim 2016/17, saya memilih bergabung dengan Chelsea. Ini adalah klub besar yang baru saja merekrut pelatih hebat dan ingin meraih ambisi besar yang saya bagi," ujar Kante.

"Proyek klub dan kata-kata pelatih meyakinkan saya untuk bergabung pada petualangan ambisius baru ini."


APAKAH KANTE HENGKANG KARENA UANG?


Banyak yang mengklaim Kante hengkang ke Chelsea hanya karena uang, dengan beberapa pihak mempertanyakan integritasnya mengingat status Leicester sebagai juara bertahan dan klub Liga Champions, sementara The Blues absen di Eropa.

Dan meski alasan Kanta bergabung Chelsea tetap disimpan rapat, Cohen mengungkapkan finansial The Blues akan tetap mapan meski menjalani musim buruk, dengan dana mereka akan tetap jauh lebih besar dari klub seperti Leicester, meski The Foxes mendapatkan banyak dana tambahan.

"Saat jumlah dirilis, kita melihat 2015/16 menjadi ironis, itu menjadi musim pemasukan terbesar Chelsea. Terlepas dari hasil buruk di atas lapangan, kesepakatan komersil baru membantu klub memecah rekor pemasukan," ujarnya.

"Terutama, kesepakatan sponsor baru untuk jersey sebesar £40 juta per tahun dengan Yokohama menjadi salah satu penyebab utama peningkatan, dengan lebih besar £18 juta per tahun saat bersama Samsung.

"Chelsea dan klub EPL lain yang berkompetisi di Liga Champions musim lalu akan mengambil untung dari tambahan pendapatan hak siar baru UCL, di mana itu dua kali lebih besar dari sebelumnya."

"Musim ini, akibat masuknya Leicester ke UCL dan absennya Chelsea, akan ada setidaknya £80 juta berpindah di antara kedua klub, dengan Leicester tampaknya menambah sekitar £40 juta dan Chelsea kehilangan sekitar jumlah yang sama, tetapi perbedaan pendapatan, dan kekuatan belanja, masih signifikan."


SIAPA SELANJUTNYA UNTUK CHELSEA?


Dengan Batshuayi dan Kante sudah masuk ke skuat, Conte tampaknya ingin terus memperkuat timnya jelang musim baru dimulai.

Klub telah memberi sinyal ketertarikan kepada gelandang AS Roma Radja Nainggolan, dengan klub ibukota Italia itu menolak tiga tawaran untuk pemain asal Belgia.

Dan masih belum jelas apakah The Blues tetap mengejar jasa pemain berusia 28 tahun itu mengingat dia memiliki gaya yang mirip dengan Kante.