Terungkap, Sandro Bermain Tanpa Izin Kerja

Queens Park Rangers lalai mengurus persyaratan administrasi gelandang asal Brasil, Sandro, selama musim lalu.

Gelandang Queens Park Rangers asal Brasil, Sandro, tengah menjadi obyek pengusutan Home Office (setara Departemen Dalam Negeri) karena tidak memenuhi syarat administrasi untuk bekerja sebagai pesepakbola profesional di Inggris.

Kabar bahwa Sandro tidak mengantungi izin kerja sesuai persyaratan yang berlaku dilansir oleh The Sun. Home Office kemudian menahan lisensi sponsor dari QPR. Klub yang baru terdegradasi dari Liga Primer itu masih mungkin mendatangkan pemain dari luar Uni Eropa, tapi izin kerja tidak bisa diproses hingga sanksi itu dicabut.

Sandro sendiri tengah berada di Brasil. Ada selentingan dia dideportasi, tetapi hal ini dibantah oleh QPR yang mengatakan sang pemain sedang berlibur. Sandro berharap permasalahan administrasi yang menerpanya segera tuntas.

Sandro masih mengantungi sisa kontrak dua tahun di Loftus Road. QPR memiliki waktu 20 hari kerja terhitung 11 Juni untuk menjawab sanksi lisensi sponsor yang dijatuhkan kepada mereka. Home Office kemudian membutuhkan 20 hari kerja lagi untuk membuat keputusan lanjutan.

"Klub olahraga yang diuntungkan dari sistem keimigrasian mesti memastikan bahwa mereka memiliki sistem kepatuhan yang kuat atau mereka berisiko kehilangan hak menjadi sponsor pemain dan pekerja," ujar seorang juru bicara Home Office dilansir BBC Sport.

"Kami terus memantau semua pihak sponsor yang terdaftar dan kami akan melakukan tindakan jika kami menemukan bukti adanya pelanggaran terhadap sistem kepatuhan tersebut."

Media massa Inggris meyakini, kelalaian ini tidak datang dari pihak Sandro melainkan justru dari pengurusan administrasi QPR. Bulan lalu, Rangers sudah diminta untuk tidak memainkan Sandro dalam tiga pertandingan sisa Liga Primer karena masalah visa.

Sandro bergabung ke QPR dari Tottenham Hotspur sejak September 2014. Musim lalu, pemain 26 tahun itu mencetak satu gol dalam 17 penampilan untuk Rangers.