Tiga Pelatih Timnas Indonesia Sepakat Kompetisi Usia Muda Jalan Indonesia Menuju Dunia

Kompetisi usia muda masih jadi barang langka di Indonesia saat ini.

Tiga pelatih timnas Indonesia, Luis Milla yang menukangi timnas U-22, Indra Sjafri pelatih U-19 dan Fakhri Husaini yang melatih U-16 merasa kompetisi usia muda bakal jadi jawaban jika sepakbola Indonesia mau maju.

Ketiga sosok tersebut duduk bersama dalam acara diskusi yang diselenggarakan PSSI Pers bersama PSSI, dengan tajuk 'Sepakbola Usia Muda, Mengejar Pentas Dunia', Rabu (18/10) malam, di SCTV Tower.

Saat ini, memang pelatih timnas harus mencari akal untuk bisa menjaring pemain ketika akan mengikuti event. Fakhri misalnya, ia merasa kesulitan menemukan bibit muda untuk menjadi penggawa timnas U-16.

Asprov PSSI kerap jadi andalan untuk bisa mengirim pemain untuk diseleksi masuk timnas kemudian, sayangnya Asprov kerap telat dalam merespons permintaan tersebut. Dari 34 Asprov yang ada, tak semua responsif terkait pembinaan.

Fakhri menyebut, kompetisi usia muda hanya ada di daerah Jabodetabek yang diselenggarakan oleh pihak swasta. "Kalau aktivitas ini dilakukan oleh 33 provinsi yang lain, saya pikir pelatih usia muda tidak akan susah mencari pemain," kata dia.

Sementara itu, Indra yang dikenal dengan gaya blusukan untuk mencari pemain juga berharap Asprov bisa bekerja dengan menggelar kompetisi usia muda, serta berharap adanya sinergi PSSI dan pemerintah untuk mendukung hal tersebut.

"Kalau ingin timnas kuat, senior nantinya, pembinaan muda harga mati. Harus ada pelatih yang bagus, kompetisi untuk anak-anak. Anak-anak itu nantinya didata, siapa yang nanti pegang data itu. Begitu kita butuh maka kita tinggal minta data itu."

Untuk Milla, pembinaan usia muda bukan hal yang asing untuknya karena ia pernah menukangi timnas Spanyol dari mulai usia U-17 sampai U-21. Milla yakin, Indonesia punya potensi yang bagus namun harus menemukan cara untuk memaksimalkannya.

"Mungkin saya adalah pelatih tim senior di sini, tapi kecintaan saya akan sepakbola muda sangat besar. Apalagi saya juga lama berkecimpung di sepakbola muda. Saya akan membantu dengan seluruh yang saya punya untuk membantu Indonesia, karena saya yakin Indonesia itu bisa. Saya ingin bilang U-16 dan U-19 butuh liga yang kuat, bukan hanya liga tapi liga yang kuat dan kompetitif."