Tiga Pemain Muda Belanda Yang Siap Curi Perhatian Klub-Klub Liga Primer Inggris

Laga uji coba kontra timnas Inggris di Wembley dapat menjadi showcase bagi tiga pemain muda Belanda ini. Siapa yang tertarik?

Tidak hanya menjadi penanda masa transisi, pertandingan melawan timnas Inggris dapat menjadi ajang unjuk bakat bagi tiga pemain muda Belanda ini untuk menarik minat para pemburu bakat dari Liga Primer Inggris.

Sejumlah pemantau bakat menghadiri laga uji coba Belanda melawan Prancis di Amsterdam ArenA, akhir pekan lalu. Tujuannya tidak sekadar menikmati pertandingan atau memberi tribut kepada mendiang Johan Cruyff. Sejumlah media meyakini kehadiran mereka ditujukan untuk membidik beberapa pemain muda Belanda saat jendela transfer dibuka kembali musim panas mendatang.

Usai kegagalan melaju ke putaran final Euro 2016, Belanda beralih fokus pada regenerasi pemain. Program ini dijalankan dengan harapan para pemain muda sudah memiliki cukup pengalaman ketika kualifikasi Piala Dunia 2018 dimulai, September mendatang.

Pelatih Danny Blind memanggil beberapa muka baru dan mengandalkan banyak pemain muda di setiap sektor lapangan. Figur paling senior dalam skuat yang disiapkan menghadapi Inggris adalah Klaas-Jan Huntelaar. Sisanya, hanya Daley Blind dan Georginio Wijnaldum yang mengantungi lebih dari 25 caps.

Namun, selain regenerasi itu, muncul pula misi sekunder. Pertandingan melawan Inggris di Stadion Wembley menjadi showcase yang tepat bagi mereka yang ingin meningkatkan level kariernya. Untuk membantu penggemar Liga Primer, ada tiga pemain muda Belanda yang pantas menjadi perhatian dalam laga uji coba nanti. Siapa tahu salah satunya menjadi penggawa tim kesayangan Anda musim depan.

JETRO WILLEMS

Promes meraih reputasi sebagai penyerang sayap yang handal ketika menyumbangkan banyak assist bagi FC Twente beberapa musim lalu. Ketika itu muncul ketertarikan dari Manchester United, meski belakangan diakui tak pernah ada tawaran nyata, tetapi Promes menolak peluang hijrah ke Liga Primer. Tak berapa lama berselang, secara mengejutkan Promes menerima ajakan bermain untuk Spartak Moskwa di liga Rusia.

Iming-iming gaji tinggi diyakini berada di balik alasan keputusan tersebut, tapi Promes membuktikan dengan kesempatan bermain yang diperoleh, penampilannya meningkat dari musim ke musim. Musim ini, di kalangan fans Promes dianggap sebagai salah satu pahlawan Spartak. Dalam sembilan pertandingan liga terakhir, Promes sukses mencetak tujuh gol dan empat assist.

Penampilan impresif itu mengundang pujian dari Danny Blind. "Promes merupakan pemain muda Belanda yang dapat dijadikan contoh," ujar sang pelatih sebelum uji coba kontra Prancis.

Penampilan Promes saat melawan Prancis juga mendapatkan pengakuan. Rekor buruk Promes dengan selalu menderita kekalahan beruntun dalam enam penampilan perdana bersama timnas Belanda mulai diabaikan. Jika kembali tampil hebat di Wembley, hampir pasti tawaran dari klub Liga Primer pun menanti.

Masalahnya, jika ingin menggiring masuk Promes, klub peminat harus berhadapan dengan banderol tak masuk akal yang diminta pemilik Spartak, Leonid Fedun, yaitu sebesar €50 juta!

Cocok untuk... Chelsea, Southampton.

RIECHEDLY BAZOER

<img data-cke-saved-src="http://images.performgroup.com/di/library/Goal_Indonesia/25/c4/gfxid-rie..." src="http://images.performgroup.com/di/library/Goal_Indonesia/25/c4/gfxid-rie..." width="100%" "="">

Bazoer adalah pemain berusia 19 tahun yang paling sering dibicarakan di kalangan publik sepakbola Belanda saat ini. Dengan usia yang masih belia, pelatih Frank de Boer memberinya kepercayaan tampil sebagai pemain inti Ajax Amsterdam. Bazoer telah mengukir 35 kali penampilan di semua ajang musim ini dengan jumlah menit bertanding hampir menyentuh angka 3.000.

Bazoer memiliki atribut penampilan gelandang yang dibutuhkan sepakbola modern. Memiliki kemampuan fisik yang cukup saat ulang-alik membantu pertahanan maupun serangan tim, Bazoer juga didukung dengan kemampuan distribusi bola yang baik. Bazoer memiliki kemampuan sama baiknya saat dimainkan di posisi No.6 maupun No.8. Meski demikian, Bazoer harus lebih sering mengasah kemampuan saat ofensif. 

Kesempatan pindah ke Inggris didapat Bazoer dua tahun silam. Tak puas dimainkan sebagai bek tengah di tim junior PSV, Bazoer meminta pindah klub dan Manchester City datang menyodorkan kesempatan. Bersamaan dengan itu datang pula tawaran dari Ajax. Bazoer kemudian memilih tawaran Ajax karena ibunya beranggapan masih terlalu dini bagi Bazoer muda untuk pindah ke luar Belanda.

Bazoer tidak perlu buru-buru pindah musim panas ini meski beberapa klub top berminat mendapatkannya, mulai dari Bayern Munich hingga Barcelona. Setidaknya dia masih memiliki dua tahun lagi untuk mematangkan permainan bersama Ajax. Tapi, bisa saja kita salah mempertanyakan kematangan Bazoer. Sang pemain telah membuktikannya di berbagai level dengan berkembang pesat melampaui rekan-rekan seusianya.

Cocok untuk... Arsenal, Manchester City.