Tik-Tok, Sepakbola Khas Thailand

Terinspirasi dari tiki-taka khas Barcelona, Kiatisuk merasa taktik umpan panjang tak cocok untuk para pemain Thailand yang berpostur pendek.

Thailand sukses mencapai babak semi-final AFF Suzuki Cup 2016 dengan rekor impresif di fase grup dengan membukukan tiga kemenangan beruntun.

Yang menarik, kini pasukan The War Elephants di bawah arahan Kiatisuk Senamuang terkenal dengan gaya bermain mengandalkan umpan-umpan pendek yang atraktif hingga mampu mendominasi jalannya pertandingan.

Menurut pelatih berusia 43 tahun tersebut, taktik yang sudah menjadi permainan khas Thailand tersebut terinspirasi dari gaya tiki-taka yang dipopulerkan Barcelona dan Spanyol, namun Kiatisuk mengubah namanya menjadi sepakbola 'tik-tok'.

"Saya melihat pemain yang ada dan jelas mereka punya postur yang pendek, sama seperti saya," ujar Kiatisuk sebagaimana dilansir Strait Times.

"Kami bukan seperti para pemain Eropa, tidak ada gunanya bermain dengan menggunakan umpan-umpan panjang. Tapi kami bisa menang apabila bisa memiliki penguasaan bola dengan baik."

"Akan tetapi, jika kami menguasai bola terlalu lama, maka lawan dapat mudah menekel. Maka dari itu kami harus cepat, mendapatkan bola, bergerak, mengumpan, menerima [bola], mengumpan... itulah tik-tok. Pemain bisa terhindar dari cedera atau tekel apabila mengumpan secara cepat."

"Bayangkan Jay [Chanathip Songkrasin] ibarat [mobil] Ferrari. Sebuah Ferrari yang bergerak cepat mengarah ke suatu penahan, siapa yang akan menang? Penahan tentunya. Itulah mengapa ia harus segera melepas bola secara cepat karena banyak pemain lebih besar ingin menekelnya."

Lebih lanjut, Kiatisuk merasa bersyukur bisa menangani skuat Thailand di era saat ini, yang kerap disebut sebagai generasi emas yang dibentuk berdasarkan juara SEA Games tiga tahun lalu.

"Yang membuat tim ini spesial adalah rasa persatuan yang kuat. Saya sudah lama mencari generasi seperti ini, sejak terakhir kali saya menjadi pelatih skuat SEA Games pada 2013 lalu," tukasnya.

Topics