Tim Transisi Tegur Persija Jakarta

Itu karena, Trofeo Persija berlangsung tanpa rekomendasi dari Tim Transisi.

Tim Transisi bentukan Kemenpora seperti "kecolongan" oleh panitia pelaksana Trofeo Persija Jakarta 2016. Pasalnya, panpel Trofeo Persija tak pernah mengajukan permohonan rekomendasi kepada Tim Transisi (yang saat ini merasa sebagai acting PSSI) untuk kelengkapan administrasi pengurusan izin kegiatan tersebut.

Persija pun hanya sekadar mengirimkan surat pemberitahuan pelaksanaan Trofeo Persija kepada Tim Transisi tertanggal 8 April 2016. Menariknya, tanpa rekomendasi Tim Transisi, Trofeo Persija tetap bisa berlangsung dan mendapatkan izin dari pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, Trofeo Persija sudah berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 9 April lalu. Hasilnya, Persija berhasil menjadi juara setelah menaklukkan Bali United FC dan PSM Makassar.

Untuk itu, Tim Transisi mengirimkan semacam surat teguran kepada Persija yang ditujukan ke PT Persija Jaya Jakarta, selaku pengelola tim ibu kota.

"Selanjutnya untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang menyangkut sepakbola di kemudian hari, diharapkan PT Persija Jaya Jakarta mengajukan permintaan rekomendasi kepada Tim Transisi untuk permohonan izin rekomendasi, tidak seperti yang dilakukan seperti sekarang ini," tulis surat Tim Transisi kepada Persija, tertanggal 11 April 2016.

Surat yang ditandatangani ketua Tim Transisi, Bibit Samad Rianto, juga ditembuskan kepada Menpora RI, sekretaris Menpora RI, Kabaintelkam Mabes Polri, serta Kapolda Metro Jaya.

Topics