Tiongkok Jalankan Aturan Baru Soal Kuota Pemain Asing

Klub-klub Tiongkok nantinya juga akan diwajibkan membawa dua pemain lokal U-23 ke dalam daftar skuat yang bertanding setiap pekannya.

Federasi Sepakbola Tiongkok (CFA) memutuskan untuk menerapkan aturan baru soal kuota pemain asing di tengah banyaknya bintang ternama dunia yang merapat ke Chinese Super League (CSL) belakangan ini.

Menurut sejumlah laporan yang beredar, aturan baru nantinya hanya akan mengizinkan klub-klub peserta liga menurunkan tiga pemain asing kapan pun, dengan lima diperbolehkan pada matchday ke-18.

Musim kemarin, CSL mengadopsi kuota empat plus satu untuk pemain asing, di mana lima pemain asing boleh didaftarkan namun salah satunya harus bersal dari Asia. Di bawah regulasi baru, jatah kuota pemain Asia bakal dihapuskan.

Hanya saja sebagai gantinya kini klub-klub diwajibkan untuk menyertakan dua pemain lokal di bawah usia 23 tahun ke dalam susunan skuat yang bertanding setiap pekannya, dengan salah satunya masuk ke tim inti.

CSL memang kebanjiran pemain asing kelas dunia sejak beberpa musim terakhir, dengan nama-nama tenar seperti Carlos Tevez, Oscar hingga Axel Witsel tergoda untuk merapat pada bursa transfer musim dingin ini.

Perubahan yang diaplikasikan enam pekan menjelang bergulirnya kompetisi tahun ini terasa mengejutkan bagi direktur tim Shanghai SIPG, Mads Davidsen. Seperti diketahui, SIPG kini dihuni trio Brasil, Oscar, Elkeson dan Hulk serta bomber Pantai Gading, Jean Evrard Kouassi dan bintang Uzbekistan, Odil Ahmedov.

"Sekarang hanya tiga pemain asing yang bisa dimainkan sebagai starter dan satu pemain [lokal] U-23 juga harus ditampilkan sejak awal," tutur Davidsen melalui akun Twitter miliknya.

Aturan baru tersebut duakui Davidsen cukup menarik dan menyatakan para pemain muda Tiongkok akan mendapatkan keuntungan tersendiri.

"Lima pemain asing diizinkan berada dalam skuat, jadi tak ada yang harus pergi," lanjutnya. "Soal aturan U-23 itu positif, ditambah dengan satu pemain wajib berada di bangk cadangan, itu memberi mereka kesempatan."

Topics