Tiongkok Pacu Percepatan Pengembangan Usia Dini

Langkah tersebut ditempuh Tiongkok demi mewujudkan ambisi besar mereka menjadi salah satu kekuatan sepakbola dunia pada 2050.

Tiongkok semakin serius ingin menjadi salah satu kekuatan sepakbola dunia dengan bakal melakukan percepatan pengembangan usia dini, salah satunya penggandaan pembukaan akademi atau sekolah sepakbola.

Menurut laporan Xinhua, Negeri Tirai Bambu saat ini baru memiliki 13,381 sekolah sepakbola spesial, yang biasanya disematkan pada sekolah umum untuk level dasar dan menengah. Namun jumlah tersebut bakal ditingkatkan menjadi sekitar 20,000 tahun ini.

Penggandaan tersebut merupakan bagian dari rencana percepatan jangka panjang yang diumumkan sejak dua tahun terakhir, dengan bakal menyentuh angka 20,000 pada tahun 2020 dan 50,000 pada tahun 2025.

Seperti diketahui, rencana besar itu tak lepas dari ambisi presiden Tiongkok, Xi Jinping yang terkenal sebagai penyuka sepakbola, sebelum ini menginginkan agar negaranya bisa menggelar dan menjuarai Piala Dunia suatu hari nanti dan lebih dari itu menjadi salah satu kekuatan elit sepakbola dunia pada 2050 mendatang.

Dukungan sang presiden juga diyakini secara tak langsung memiliki peran dalam mengalirnya investasi besar-besaran yang dilakukan klub-klub Tiongkok sejauh ini, yang mana Chinese Super League (CSL) sudah memecahkan rekor transfer Asia lima kali dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, sekitar 1,35 milyar jiwa, prestasi sepakbola Tiongkok di kancah internasional belum begitu mengesankan. Dalam sejarah, tercatat baru mampu sekali lolos ke Piala Dunia pada 2002 lalu dan masih tertahan di urutan ke-81 peringkat FIFA terkini.

Topics