Titisan Thierry Henry? Kylian Mbappe Bisa Jadi Generasi Emas Terbaru

Dengan usianya yang baru 18 tahun, sang penyerang sudah mencetak dua gol di babak sistem gugur Liga Champions dan masuk tim nasional.

Jika Kylian Mbappe terus membumi, terhindar dari cedera dan bijak dalam menentukan arah kariernya, dia bisa menjadi Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi dari generasinya. Ini mungkin berlebihan namun, setelah berulang tahun ke-18 pada Desember kemarin, penyerang muda Monaco itu sukses menunjukkan kualitas tekniknya yang bisa mengantarnya ke puncak.

Tidak ada satu pun pemain dalam 30 tahun terakhir yang mampu mengukir 10 gol di Ligue 1 dengan jumlah laga sedikit, sebagaimana pemain kelahiran Paris itu memiliki rataan gol mengagumkan sejak mencatakan debut sebagai bocah 16 tahun melawan Caen pada 2015 lalu. Bagi pemain senior, mereka akan senang untuk mencetak gol setiap 90 menit; namun untuk remaja di musim penuh pertamanya, itu benar-benar mencengangkan.

Perbandingan dengan Thierry pun tidak bisa ia hindari - ini memang terasa tidak adil untuk membandingkan pemain muda seperti dia dengan bintang dunia tersebut, namun keduanya memiliki kemiripan. Mbappe memiliki rekam jejak karier yang mirip, setelah sebelumnya bermain untuk tim kecil di wilayah Paris hingga kemudian pindah ke Monaco, di mana, seperti Henry, sukses mengguncang persepakbolaan Prancis.

Mbappe memiliki pergerakan yang mirip dengan legenda Arsenal tersebut. Ia mampu bergerak lincah dan diberkahi sentuhan emas di depan gawang. Tidaklah salah untuk mengatakan bahwa dia lebih natural sebagai finisher ketimbang topskor Prancis tersebut, yang belum benar-benar mengeluarkan ketajamannya sebelum pindah ke Highbury.

“Dia mengingatkan saya akan Henry muda,” kata manajer Arsenal Arsene Wenger. “Dia memiliki kelihaian yang sama, kualitas kepintaran yang sama dan kemampuan finishing yang sama.”

Namun, di usia 18 tahun, Mbappe adalah pemain yang jauh lebih superior.

Henry hanya bermain tiga kali untuk klub luar Prancis itu saat berusia 18 tahun, dan dua pertandingannya itu datang dua pekan sebelum ia berulang tahun ke-19. Sebaliknya, Mbappe, yang baru beranjak 18 tahun tiga bulan lalu, sudah tampil lebih dari 40 kali dan mengemas 20 gol, menciptakan 14 assists.

Memang tidak ada garansi, namun Mbappe akan terus berkembang dan berpotensi menikmati kisah sukses seperti Henry, juga mungkin saja dia bisa menumbangkan rekor 51 gol Henry di timnas dalam waktu dekat.

Yang bersangkutan kiranya akan menjalani debut melawan Luksemburg atau Spanyol, demikian ditekankan Didier Deschamps.“Jika Anda bertanya pada saya apakah dia merupakan standar internasional, saya akan katakan ya,” kata Deschamps kepada L’Equipe pada awal Maret.

Performa menawan yang ditunjukkan Mbappe lantas meyakinkan mantan bintang Juventus itu bahwa sang youngster sudah siap untuk mentas di tingkat internasional.

Mencapai level mengagumkan seperti itu di usianya sekarang terkadang adalah kutukan. Baik Deschamps dan Wenger pernah menyuarakan kekhawatirannya mengenai publisitas yang didapatkan sang pemain, namun manajemen Monaco sejauh ini melakukan tindakan yang tepat.

Pelatih Leonardo Jardim sebelum ini jarang mengandalkan Mbappe hingga awal Februari, ketika talentanya menjadi tidak bisa dibantah sebagaimana ia mencetak sembilan gol dalam delapan penampilan. Sekarang ini, Monaco memilih berhati-hati terhadap bintang mudanya itu. Dan itu terlihat jelas ketika Jardim menariknya keluar dalam kemenangan 4-0 melawan Nantes di satu jam permainan baru-baru ini.

Sang penyerang terlihat kecewa bahwa ia tidak bisa mengakhiri laga tersebut dengan hat-trick – yang akan menjadi hat-trick ketiga dalam kariernya – namun bos asal Portugal itu membisikkan sesuatu yang tampaknya bisa dipahami sang pemain. Dan hal seperti itu menjadi penunjuk akan tingkat kematangannya bahwa ia siap untuk mencapai puncak.

Mbappe sejauh ini telah menunjukkan kemantapannya. Ia sebelumnya pernah ditemani Zinedine Zidane untuk berkeliling fasilitas latihan Real Madrid, yang berusaha untuk mendatangkannya empat tahun lalu. Namun sang pemain, beserta keluarganya, merasa bahwa kepindahan ke luar negeri di usia sekarang terlalu cepat.

Sementara itu, Wenger juga pernah mencoba untuk mengeluarkannya dari Monaco pada musim panas lalu, ketika ia masih belum terkenal seperti sekarang. “Saya mendekatinya tahun lalu karena saya sangat percaya bahwa dia punya masa depan luar biasa,” ujarnya.

Wenger benar. Tampaknya tidak ada yang membatasi Mbappe. Gaya mainnya sendiri terbilang sangat kaya, dengan ia mengandalkan kecepatan, kemampuan dribel serta kepercyaan diri, dan itu ia tunjukkan melawan Nantes pada awal Maret ini.

Kepandaiannya dalam bermain juga bisa dilihat. Ia tahu kapan harus mengumpan dan kapan harus menendang, dan itu penting untuk penyerang papan atas – Mbappe sudah menunjukkan itu.

Terlepas itu semua, dia adalah penyelesai ulung dan memiliki insting untuk mengalahkan kiper, seperti yang ia tunjukkan melawan Manchester City di Etihad Stadium atau ketika menaklukkan kiper Montpellier Laurent Pionnier.

“Dia itu baru 18 tahun, jadi apa yang ia lakukan sejauh ini luar biasa,” kata Bernardo Silva. “Pada awalnya, kita sudah tahu bahwa dia adalah pemain yang sedikit berbeda. Ketika dia menyentuh bola, dia benar-benar merasakannya. Dia memiliki suatu hal yang spesial.”

Bisa sejauh mana Mbappe ke depannya?