Tom Davies, Si Pirang Pencuri Hati

Tom Davies sukses mencuri hati khalayak sepakbola dunia lewat performa memukaunya yang perdaya Manchester City

"Si pirang jangan sampai lolos!" mungkin celotehan khas anak muda itu yang konsisten dilontarkan manajer Manchester City, Pep Guardiola, sepanjang duel di Goodison Park, Minggu (16/1) malam WIB.

Penyebutan Si Pirang dimaksudkan pada gelandang tak populer yang usianya masih 18 tahun milik Everton, Thomas "Tom" Davies. Bocah ingusan yang ajaibnya jadi man of the match kemenangan masif The Toffees atas The Citizens lewat skor 4-0!

Ya, alih-alih menantikan debut gelandang baru Everton yang didatangkan dari Manchester United, Morgan Schneiderlin, hati publik justru dicuri oleh performa impresif Davies.

"Tom Davies bermain begitu bagus di partai ini [kontra City]. Dia sangat nyaman ketika memainkan bola dan dia bermain layaknya sosok berpengalaman. Dia pemain muda yang sangat hebat," sanjung manajer Everton, Ronald Koeman, seperti dilansir Sky Sports.

Namun sebelum berekspektasi terlalu jauh, mari kita mengenal lebih dekat pemain yang hobi melonggarkan kaos kakinya ini.

Davies lahir di Liverpool pada 30 Juni 1998. Sebagai warga asli Merseyside yang gila sepakbola, dirinya memilih pihak biru untuk didukung, yang tak lain adalah Everton.

Bakat sepakbola memang kental dalam keluarga Davies, seturut fakta bahwa pamannya merupakan salah satu legenda The Toffeemen, Alan Whittle. Tak heran bila kemudian Davies kecil sudah merintis karier sepakbolanya di usia 11 tahun, tentu saja di akademi Everton.

Di tim junior, karier Davies melejit bak roket. Berposisi sebagai gelandang tengah, dirinya dinilai punya ketenangan dan teknik mengolah bola di atas rata-rata. Selain itu kecepatan dan mobilitasnya sangat kompetitif untuk sepakbola Inggris, yang dikenal dengan filosofi kick 'n' rush.

Tak heran bila kemudian Davies sudah dipanggl timnas Inggris sejak U-16. Bukan hanya dipanggil, karena berturut-turut di U-17. U-18, dan U-19, dia dipilih sebaga kapten The Young Three Lions. Salah satu ledakan kecilnya hadir di Piala Dunia U-17 pada 2015 lalu

Pada turnamen prestise itu, Davies tampil begitu ciamik walau gagal antarkan Inggris lolos dari babak fase grup. Dampaknya, Davies pun dipanggil pelatih timnas senior kala itu, Roy Hodgson, untuk ikut berlatih bersama Wayne Rooney cs.

Gemilang di timnas junior, Everton lantas cepat-cepat melindungi Davies dari buruan klub-klub besar Eropa yang mulai menaksir sang bakat muda.

Pada September 2015, tepat setelah gelaran Piala Dunia U-17, Davies menandatangani kontrak profesional perdananya sebagai pesepakbola, lewat durasi dua musim di Goodison Park.

"Sungguh membanggakan akhirnya menandatangani kontrak profesional perdana di Everton. Sebuah klub yang punya arti begitu banyak buat saya," tutur Davies pada momen tersebut, seperti dilansir Mirror.

Kemudian, hanya enam bulan setelah jadi pemain profesional, Davies pun lakoni debut senior di Liga Primer Inggris. Tepatnya 16 April 2016, manajer Everton saat itu, Roberto Martinez, memasukkannya yang masih berusia 17 tahun di menit 83 untuk gantikan Darren Gibson, dalam duel 1-1 melawan Southampton.

Pesona Davies kian memabukkan dan pada musim panas lalu, Everton tak segan menambah gaji serta durasi kontrak pemain masa depannya itu hingga 2021 esok.

Di bawah asuhan Ronald Koeman musim ini -- yang dikenal perhatian dengan bakat-bakat muda -- Davies menemukan momentumnya. Kesempatannya untuk merumput bersama tim utama dibuka lebar.

Musim ini, Davies total sudah mengoleksi 356 menit bermain di semua ajang kompetitif. Menariknya hanya ketika dia bermain selama 90 menit penuh, kontribusi berupa assist atau gol mampu dikreasikannya.

Dan tentu saja ledakan terbesar hadir dalam duel melawan City, yang jadi kesempatannya turun sebagai starter untuk kali kedua. Davies tampil memesona dengan lesatkan satu gol cantik, yang jadi torehan perdana dalam kariernya.

Diawali satu gerakan rabona, Davies secara mengejutkan menipu sekaligus pemain sekelas Gael Clichy dan Yaya Toure. Melakukan umpan satu-dua dengan Gareth Barry setelahnya, Davies kemudian mencungkil bola untuk taklukkan kiper pemenang Liga Champions dan Copa America, Claudio Bravo, dengan begitu mudahnya! Everton unggul 3-0 dan akhirnya menang telak 4-0.

Dengan apa yang sudah Davies tunjukkan melawan tim sekelas City, membuat kita tak sabar nantikan sihir apa lagi yang bakal dihadirkannya. Buat Everton, ini merupakan penegas bahwa mereka tak pernah kehabisan bakat dari tim akademi sejak kelahiran Wayne Rooney.

Dan untuk lawan-lawan Everton selanjutnya, jangan sampai Si Pirang lolos jika tak ingin menyesal!