Treble Winners Atau Hampa Gelar, Sejauh Apa Langkah Barcelona Musim Ini?

Barcelona mulai kembali menemukan ritme permainannya di periode awal putaran kedua musim ini, bakal sejauh apa langkah mereka di akhir musim nanti?

Klub adidaya dalam sedekade terakhir, Barcelona, menegaskan kebangkitannya musim ini dengan catat empat kemenangan beruntun di semua ajang. Senin (23/1) dini hari WIB, mereka melumat habis Eibar dalam partai tandang La Liga Spanyol lewat skor mencolok 4-0.

Kemenangan yang dipersembahkan oleh gol-gol Denis Saurez, Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar tersebut, krusial menjaga asa Barca meraih hat-trick La Liga musim ini. Blaugrana kini duduk di peringkat tiga klasemen sementara, menjaga jarak dua poin dari sang pemuncak, Real Madrid, yang masih menyisakan satu partai.

Hasil ini senada dengan hasrat Barca di ajang prestise sepakbola Spanyol lainnya, Copa del Rey. Tiga hari sebelum duel tandang di Eibar, tim asuhan Luis Enrique berhasil melenyapkan kutukan di Anoeta dengan kalahkan Real Sociedad 1-0, pada leg pertama babak perempat-final.

Kans melaju ke babak semi-final pun terbuka lebar, karena musim ini Barca juga mengincar hat-trick Copa del Rey. Sesuatu yang tak pernah mereka atau klub lain lakukan, sejak 1953.

Segalanya makin sempurna karena langkah Barca di Liga Champions pun terbilang mulus. Mereka lolos ke babak gugur dengan status juara grup dan 'hanya' akan menghadapi Paris Saint-Germain di babak 16 besar.

Melihat paparan dalam setengah perjalanan musim ini, tentu saja kans Barca untuk penuhi ambisi tahunan raih treble winners begitu terbuka. Namun dengan performa inkonsisten yang kerap tiba-tiba hinggap, mampukah mereka mewujudkannya?

Pertama, mari kita berbicara La Liga yang kini tampak samar bagi Barca. Menyelesaikan putaran pertama yang berjumlah 19 jornada, Blaugrana duduk di peringkat ketiga klasemen sementara lewat koleksi 41 poin.

Jarak Barca dengan penguasa klasemen sekaligus rival utamanya, Madrid, sejatinya ideal dengan hanya terpaut dua poin. Tapi angka itu masih bisa membengkak jadi lima poin, karena Los Blancos masih menyimpan satu partai.

Fakta mengungkap bahwa torehan 41 poin di setengah musim, merupakan yang terburuk buat Barca sejak kampanye 2007/08 silam. Bahkan posisi ketiga merupakan yang paling rendah, sejak duduki pos ketujuh di paruh musim 2003/04. Pada kedua musim suram tersebut, mereka gagal jadi juara.

Kans Barca untuk raih hat-trick La Liga musim ini makin mengecil menilik sejarah Madrid jika keluar sebagai juara paruh musim, layaknya musim ini.

Seperti dipaparkan AS, Los Galaticos sudah 34 kali jadi juara paruh musim La Liga dengan 23 di antaranya berhasil keluar sebagai kampiun. Selain itu dalam 20 musim terakhir hanya lima juara paruh musim yang gagal gondol gelar di akhir musim.

Meski begitu, Barca tak perlu pesimistis karena pernah hadirkan kejutan di musim 2014/15 lalu kala jadi kampiun, kendati Madrid merupakan juara paruh musimnya. Satu hal yang diyakini bek seniornya, Gerard Pique, bakal terjadi lagi musim ini. "Pada musim pertama di bawah kepelatihan Luis Enrique, kami mengalami situasi yang kurang lebih sama dan sukses memutar balik. Musim ini kami tentu bisa mengulanginya!" ujarnya optimistis, seperti dikutip AS.

Selanjutnya adalah ajang Copa del Rey. Seperti dipaparkan sebelumnya, Barca juga ingin menorehkan hat-trick kampiun, yang tak pernah mereka dan tim lain lakukan sejak 1953 silam.

Memulai petualangan sejak babak 32 besar, segalanya tampak mulus buat Barca lantaran tak miliki kesulitan berarti. Hingga melenggang ke babak perempat-final Azulgrana selalu lolos tanpa perlu babak perpanjangan waktu, apa lagi adu penalti.

Namun hasil imbang di babak 32 besar dan kekalahan pada fase 16 besar dalam duel tandang patut jadi sorotan. Selalu tampil di final tiga musim terakhir -- di mana dua musim terakhir keluar sebagai juaranya -- Barca tak pernah kalah dalam proses menuju partai puncak.

Paling buruk ada di musim lalu, di mana Barca sempat tertahan dua kali sebelum pastikan diri ke final. Terakhir kali Tim Katalan catatkan hasil negatif serupa sebelum menembus final, terjadi pada musim 2012/13 lalu. Kala itu langkah mereka terhenti di babak semi-final.

Rival abadinya, Madrid, lagi-lagi jadi malapetaka tersendiri di Copa del Rey. Dalam dua kesempatan terakhir bertemu Los Merengues di ajang tersebut, Barca selalu saja tersingkir.

Jika akhirnya mampu sempurnakan keunggulan 1-0 atas Real Sociedad pada leg pertama perempat-final lalu, El Clasico bukan tak mungkin hadir di fase empat besar nanti karena Madrid juga masih berpeluang lolos. Selain itu Barca juga patut mewaspadai Atletico Madrid, yang dalam beberapa musim terakhir jadi antitesisnya.

Terakhir dan yang paling prestise tentu saja ajang Liga Champions. Turnamen antara jawara Eropa yang secara brilian dimenangkan Barca sebanyak empat kali dalam sedekade ke belakang.

Sejujurnya masih terlalu dini memprediksi bakal sejauh apa langkah Barca di Liga Champions musim ini. Tapi tidak bisa tidak bahwa mereka adalah satu dari tiga jagoan wajib turnamen, selain Bayern Munich dan tentunya Madrid.

Fakta bahwa Barca juara empat kali, delapan kali lolos ke semi-final, dan minimal melenggang ke perempat-final dalam sepuluh musim terakhir, sudah jadi catatan yang sangat kuat. Musim ini mereka juga membuktikan bahwa kans untuk raih gelar keenam sepanjang sejarah klub, masih terbuka lebar.

Barca sukses lolos dari salah satu grup neraka di Liga Champions musim ini, lewat status juara grup. Neymar cs menyingkirkan Borussia Monchengladbach, Celtic, dan Manchester City sebagai runner-up.

Undian babak 16 besar pun memihak Barca, karena 'hanya' akan bertemu PSG. Walau punya status sebagai juara absolut Prancis tiga musim terakhir, dengan segala hormat, kelas Les Parisiens masih belum setara dengan Los Cules. 

Fakta juga memaparkan bahwa PSG dua kali tersingkir dari babak gugur karena Barca, dalam empat musim terakhir. Satu-satunya kewaspadaan Barca mungkin wajib ditujukan pada kompetitor negeri sendiri, Atletico, yang dua kali singkirkan mereka di perempat-final dalam tiga edisi terakhir.

Menyinggung kondisi skuat terkini, sedikit masalah hadir dengan belum mampunya para pemain baru berikan kontribusi maksimal. Sederet penggawa anyar macam Samuel Umtiti, Lucas Digne, Andre Gomes, hingga Paco Alcacer masih terlampau sering mendekam di bangku cadangan.

Untungnya para penggawa lawas Barca masih menjanjikan kualitas mumpuni, yang lebih dari cukup untuk bersaing di semua kompetisi musim ini. Khususnya pada sektor lini depan yang dinilai paling tajam di dunia, MSN (Messi - Suarez - Neymar). Musim ini ketiganya sudah sumbangkan 56 gol dari total 74 gol tim di semua ajang.

Sang pelatih, Enrique, pun tetap menjaga keyakinannya di awal musim bahwa tim asuhannya sanggup menggapai treble winners ketiga sepanjang sejarah klub, walau situasinya kini sedikit meragukan.

"Kami Barcelona! Kami selalu punya tujuan maksimal. Kami ingin bertarung untuk memperebutkan semua gelar yang ada. Kami juga ingin menghibur seluruh pendukung Barca di seluruh dunia," serunya, seperti dikutip laman resmi Barca.

Jadi, apakah Barca akan kembali torehkan sejarah emas atau justru lalui musim yang ingin dihapus dalam riwayat? Sampaikan pilihan serta opini Anda melalui jajak pendapat dan kolom komentar di bawah ini!

 
Topics