Tren Negatif Jadi Batu Sandungan Crystal Palace Jelang Final Piala FA

Tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir praktis membuat Palace menjadi underdog untuk final Piala FA yang digelar pada akhir pekan nanti.

Crystal Palace akan menghadapi final ulangan Piala FA musim 1989/90, dengan kali ini mereka dipertemukan kembali dengan Manchester United di Wembley, Sabtu (21/5) malam WIB mendatang.

Palace arahan manajer Alan Pardew tanpa diduga melaju mulus sampai partai pamungkas, setelah di gelaran musim ini mengeliminasi sejumlah tim Liga Primer seperti Southampton, Stoke City, Tottenham Hotspur dan Watford – dengan Reading, yang bukan peserta kasta teratas, mereka taklukkan di babak perempat-final.

Meski begitu, mereka bakal menjadi underdog ketika nanti bertemu United, yang berambisi meraih gelar perdananya sejak kesuksesan terakhir merengkuh Piala FA pada 2004 silam di bawah arahan manajer legendaris Sir Alex Ferguson.

Untuk duel nanti, Palace memang tidak diunggulkan banyak kalangan sebagaimana performa mereka dalam lima pertandingan terakhir menguatkan keyakinan banyak orang.

Seperti diketahui, tim asal London itu menelan tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhirnya – salah satunya kalah dari United di Old Trafford pada akhir April lalu – dengan The Eagles mengemas dua kemenangan selama periode tersebut.

Di partai penutup Liga Primer yang berlangsung Minggu (15/5) malam WIB, Palace bahkan dipaksa takluk 4-1 oleh tuan rumah Southampton yang membukukan kemenangannya berkat kegemilangan penyerang Graziano Pelle yang menyumbang satu gol dan satu assist.

Posisi Palace di tabel klasemen akhir juga tidak bagus, mengingat mereka bercokol di urutan ke-15 setelah hanya mengoleksi 42 poin dari 38 yang telah dijalani – itu pun merka masih bisa disalip AFC Bournemouth yang terpaksa menunda duel pamungkasnya kontra Setan Merah akibat masalah keamanan.

Kapten Mile Jedinak mengakui bahwa timnya tengah dalam posisi buruk, dengan mengatakan: “Kekalahan ini bukan hal yang kita inginkan untuk mengakhiri kompetisi,” ujarnya usai dibekuk Southampton, sebelum menyatakan keyakinannya akan kebangkitan timnya untuk final nanti, “Saya tidak merasa kami pantas kalah 4-1 namun demikianlah adanya, dan kami harus memperbaiki kesalahan dan bersiap untuk akhir pekan.”

Di sisi lain, Pardew juga menyuarakan rasa percaya dirinya bahwa timnya bakal mendapatkan hasil bagus untuk final mendatang, dengan menambahkan: “Para pemain harus menikmati pekan ini karena hal ini tidak sering terjadi dalam karier mereka, namun di hari tersebut kami tidak hanya akan menikmatinya, kami akan memenanginya.”

Jika nanti mampu mengalahkan United di Wembley, itu akan menjadi gelar Piala FA pertama bagi Palace dalam 110 tahun berdirinya klub tersebut. Sementara jika kalah, Palace akan kembali berakhir sebagai runner-up setelah sebelumnya dikalahkan Setan Merah di final – waktu itu Pardew masih menjadi pemain The Eagles – pada 1990 silam.

Pardew saat berhadapan dengan penggawa Manchester United Bryan Robson di final Piala FA 1990