Tujuh Pernyataan Sikap Tim Divisi Utama

Rapat klub Divisi Utama melahirkan pernyataan yang ditunjukkan kepada Presiden RI sampai CEO PT Liga Indonesia.

Klub-klub Divisi Utama Liga Indonesia menggelar rapat bersama PT Liga Indonesia pada Kamis (7/5) petang, di Jakarta. Hadir dalam rapat tersebut 54 perwakilan klub DU 2015 untuk membahas kelangsungan kompetisi.

Dalam rapat yang berlangsung kurang lebih lima jam itu, beberapa penawaran pun muncul dari PT Liga selaku operator. Seperti menggulirkan kompetisi pada Oktober 2015 dan berakhir Juni 2016 hingga menggelar turnamen untuk klub DU.

Namun segala kebijakan bisa berubah tergantung pada keputusan FIFA yang mungkin saja memberikan sanksi jika PSSI tak juga berdamai dengan Kemenpora hingga tenggat waktu yang diberikan, 29 Mei mendatang. "Kondisi ini memang sulit, yang kita harap PSSI dan Kemenpora bisa bersinergi," kata CEO PT Liga, Joko Driyono.

Yang pasti, dalam rapat tersebut seluruh klub sepakat untuk tetap berada di bawah naungan PSSI sebagai federasi sepakbola yang diakui FIFA dan enggan mengikuti instruksi Kemenpora untuk berada di bawah arahan Tim Transisi. Rapat selanjutnya akan diadakan pada 12 Mei nanti dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Selain itu, rapat tersebut juga menghasilkan surat pernyataan sikap yang ditunjukkan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo hingga CEO PT Liga, Joko Driyono. Dalam surat tersebut disampaikan beberapa poin:

  1. Kami tetap mengakui Kepengurusan PSSI hasil Kongres Luar Biasa pada tanggal 18 April 2015 di Surabaya.
  2. Kami tetap patuh / taat, tunduk dan mendukung setiap keputusan yang dikeluarkan oleh PSSI karena kami adalah anggota PSSI.
  3. Kami meminta kepada Menpora RI agar dapat membatalkan / mencabut kembali Keputusan Menpora RI No. 01307 Tahun 2015 tanggal 17 April 2015 tentang pengenaan sanksi administratif berupa kegiatan keolahragaan PSSI.
  4. Kami tidak dapat menerima dan mempertimbangkan setiap keputusan yang menyangkut dengan pembinaan persepakbolaan nasional yang dikeluarkan oleh lembaga / badan di luar kepengurusan / keputusan PSSI.
  5. Kami meminta kepada Pimpinan DPR RI melalui Komisi X untuk memfasilitasi pertemuan antara Menpora, PSSI, PT Liga Indonesia dan seluruh klub Divisi Utama guna menemukan solusi terbaik.
  6. PSSI dalam hal ini PT Liga Indonesia wajib mengganti segala biaya yang telah dikeluarkan untuk persiapan tim, panitia pelaksana dan biaya klub yang telah melaksanakan pertandingan kandang tandang pada tanggal 26-27 April 2015.
  7. PT Liga Indonesia segera merealisasikan kompensasi subsidi klub sebagaimana disampaikan CEO PT Liga Indonesia pada pertemuan managers meeting Divisi Utama pada tanggal 20 April 2015.