Tunggak Gaji Pemain, Brisbane Roar Dapat Peringatan

Brisbane Roar, klub Australia yang dikelola investor asal Indonesia, Bakrie Group tersebut tengah dilanda krisis finansial.

Federasi Sepakbola Australia (FFA) mengecam Brisbane Roar atas kasus tunggakan gaji buntut dari masalah finansial yang melanda klub belakangan ini.

Awal pekan ini, terungkap bahwa klub yang dikelola investor asal Indonesia, Bakrie Group tersebut belum membayar upah pemain dan staf selama sebulan terakhir dan FFA meminta akan adanya solusi secepatnya.

"FFA mengetahui bahwa Brisbane Roar tengah mengalami masalah finansial,” ungkap salah satu juru bicara. "FFA menekankan hal itu tidak bisa dimaklumi dan mereka harus segera mencari jalan keluar yang terbaik."

Sementara itu, Asosiasi Pemain Profesional A-League (PFA), juga menegaskan bahwa tunggakan gaji adalah hal yang tidak bisa diterima karena dapat mempengaruhi kredibilitas kompetisi nomor satu Australia tersebut.

"PFA terus memantau situasi finansial Brisbane Roar, ini adalah masalah serius dan harus segera diselesaikan. Sangat tidak bisa mendapat toleransi karena tentunya menyangkut kinerja manajemen klub-klub A-League," demikian bunyi pernyataan resmi mereka.

Kasus masalah finansial Roar dikonfirmasi manajemen klub, dengan menyebutkan bahwa mundurnya salah satu petinggi mereka turut mempengaruhi stabilitas keuangan klub secara keseluruhan.

Sebelumnya, beredar kabar dari sumber internal tim, menyatakan Bakrie Group selaku investor menjanjikan adanya gelontoran dana talangan sebesar $3.5 juta untuk masuk ke kas klub, namun belum terlaksana hingga saat ini.