UEFA Khawatirkan Finansial AC Milan

Presiden UEFA mengaku bakal melakukan penyelidikan terkait aliran uang pemilik anyar asal Tiongkok.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, khawatir akan situasi finansial AC Milan. Meski begitu, ia akan tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Rossoneri telah menyampaikan rencana untuk kesepakatan sukarela terkait Financial Fair Play. Namun ada tanda tanya terkait kepemilikan Yonghong Li.

"Kami sedang mengerjakannya. Saya tak bisa mengataan apa pun tentang hal itu," ungkap Ceferin pada La Repubblica.

"Saya khawatir, tapi mari kita lihat apa yang akan terjadi. Pada pertengahan Desember, lembaga yang kompeten akan memberikan keterangan lebih lanjut."

"Segalanya mungkin terjadi, tapi terlalu dini untuk membicarakan hal tersebut."

Ceferin juga ditanyai tentang kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia dan apakah hal tersebut merepresentasikan "kiamat" yang dibicarakan oleh Carlo Tavecchio.

"Dalam sudut pandang olahraga, untuk sebuah negara yang sangat berhasrat akan sepakbola, ini adalah tragedi, tapi Belanda juga gagal lolos ke Euro."

"Ini adalah kesempatan untuk mengubah beberapa hal yang tidak berfungsi. Dalam hal infrastruktur, Italia tertinggal dari negara-negara Eropa besar lainnya."

"Tanpa infrastruktur, tak ada pemain muda yang muncul, dan tanpa bakat, Anda takkan menang. Jadi, sebuah proyek yang jelas sangat dibutuhkan, untuk stadion baru atau lapangan latihan."

"Sekarang, Italia tak bisa jadi tuan rumah turnamen besar. Ada sedikit sekali infrastruktur dan stadion yang sudah tua."

"Hanya Juventus, Udinese, Atalanta, Cagliari, dan Sassuolo yang bergerak ke arah itu. Acara yang besar akan sangat membantu, tapi untuk Euro 2024, giliran Jerman dan Turki yang bersaing, dan kami belum bicara soal 2028," pungkasnya.

Topics