Umuh Muchtar: Hasil Di Bali Berisiko Untuk Pelatih

Manajer Persib ini berharap performa Maung Bandung lebih baik saat tandang ke markas Bali United.

Kegagalan mendulang angka penuh di kandang pada akhir pekan kemarin masih menyisakan kekecewaan bagi Umuh Muchtar. Manajer Persib Bandung ini mengkritik sikap sejumlah pemain, serta risiko yang membayangi pelatih Djadjang Nurdjaman di laga berikutnya.

Hasil imbang 2-2 melawan Borneo FC membuat Persib kini terpaut tiga angka dari pemuncak klasemen sementara PSM Makassar. Selain itu, raihan satu poin itu merupakan yang kali kedua berturut-turut.

Umuh berharap performa Persib mengalami peningkatan saat dijamu Bali United pada pekan kedelapan akhir bulan ini, sehingga mereka tidak makin tercecer di klasemen.

“Sangat menyakitkan, sangat menyebalkan. Jangankan bobotoh, kami juga merasakan hal yang sama. Kejadian ini sama seperti saat melawan PS TNI,” cetus umum dalam wawancaranya dengan Radio PRFM.

“Mudah-mudahan di Bali ada perubahan, karena hasil laga nanti juga berisiko untuk pelatih.”

Umuh juga merasa gusar dengan kegagalan Michael Essien mengeksekusi penalti. Menurutnya, eksekutor penalti langganan Persib adalah Vladimir Vujovic. Begitu juga dengan sikap Raphael Maitimo pascalaga.

“Masa sekelas Essien tidak bisa mengeksekusi tendangan penalti. Menembak seperti main-main. Gawang menghadap utara, tapi pandangan mengarah ke timur, ini tidak serius,” ujar Umuh.

“Selama latihan penalti, Essien memang tidak bagus, Djanur [sapaan Djadjang] sudah menunjuk algojonya Vlado. Tapi dia tiba-tiba memegang bola.”

“Maitimo malah tertawa di bus. Orang lagi berkabung, masa dia ketetawa-ketawa. Kalau dia mau kabur karena tidak terima saya marahi, tidak masalah. Saya sangat marah, kecewa.”

Topics