Umuh Muchtar Sebut Operator Indonesia Soccer Championship Lembek

Umuh menyentil sejumlah kebijakan PT GTS maupun Komdis terkait sanksi kepada Madura United dan Persija.

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengkritik operator Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 PT Gelora Trisula Semesta (GTS) yang terlalu mudah mengabulkan permohonan banding klub pelanggar aturan.

Umuh merujuk kepada pertandingan antara Madura United FC dan Mitra Kukar yang digelar di Stadion Bangkalan setelah manajemen Laskar Sape Kerrab mengajukan banding terhadap tiga partai usiran akibat menyalanya belasan cerawat secara serentak. Madura United baru menggelar laga kandang usiran satu kali.

“Madura sudah mengajukan banding. Kalau begini tidak akan ada efek jera, tidak akan menjadi pembelajaran, tidak adil, terlalu mudah kasih ampunan. Pengurus GTS ini jangan takut intervensi Haruna [Soemitro, manajer Madura],” cetus Umuh.

Selain itu, Umuh juga menganggap sanksi kepada Persija Jakarta masih tak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan.

“Apalagi Persija sampai ada yang meninggal, hanya dihukum 100 juta plus enam pertandingan tanpa penonton. Itu juga pasti akan terulang kembali, tidak ada efek jera nantinya,” kata Umuh.

Mengenai protes panitia pelaksanaan (panpel) pertandingan Persegres Gresik United yang menyebutkan fans Persib menyalakan cerawat di Stadion Petrokimia, sehingga terancam mendapat sanksi dari Komdis, Umuh menegaskan pihaknya tidak bertanggung jawab.

“Kalau Persib saja dibesar-besarkan, dan kesalahannya dicari-cari. Saya tidak suka seperti ini. Kejadian di Gresik itu bukan dilakukan suporter Persib, tapi itu oknum. Saya tidak akan bayar kalau Persib nanti ada denda,” pungkasnya.