Unai Emery Yakin Atasi Krisis Bek Tengah

Emery harus kreatif untuk mengatasi problem bek tengah dalam kunjungan Arsenal ke Southampton.

Pelatih Arsenal Unai Emery mengaku tidak mencemaskan krisis bek tengah yang dialami timnya untuk pertandingan akhir pekan ini melawan Southampton, dan yakin memiliki pemain yang siap mengisi posisi tersebut.

The Gunners tidak bisa menampilkan bek sentral natural untuk duel di St. Mary’s karena Shkodran Mustafi dan Sokratis Papastathopoulos disuspensi, sementara Rob Holding absen jangka lama karena cedera. Laurent Konsielny membuat penampilan perdana musim ini di Liga Europa, Jumat (14/12) dini hari WIB, namun Emery masih belum yakin apakah kapten klub tersebut bisa memainkan laga kedua dalam tiga hari.

Itu artinya, setidaknya satu full-back atau gelandang harus main sebagai bek tengah, dengan bek kiri Nacho Monreal menjadi kandidat paling memungkinkan.

“Kita akan lihat untuk Minggu. Kami tak punya Mustafi, kami tak memiliki Rob Holding, kami tak memiliki Sokratis, namun saya percaya kepada pemain saya dan saya pikir kami dapat menggunakan pemain lain seperti seorang bek tengah.

“Saya memiliki ide di kepala saya, namun kami harus bekerja pada Jumat dan Sabtu [dalam latihan] dan juga untuk tahu bagaimana pemulihan Laurent, untuk kemungkinan ia bisa membantu kami pada Minggu. Tapi saya pikir setiap pemain oke untuk membantu kami di posisi yang kami butuhkan.”

 

 

AC Milan Di Ambang Sanksi FFP AC Milan bakal dilarang tampil di kompetesi Eropa untuk semusim apabila finansial mereka tidak menemui titik impas sebelum Juni 2021. Keputusan ini mengacu pada aturan Financial Fair Play (FFP) dari UEFA, dengan Milan sebelumnya sukses memenangkan banding atas hukuman dua tahun larangan berpartisipasi di Eropa pada musim panas lalu. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menerima sebagian banding yang diajukan Rossoneri sehingga meringankan sanksi berat yang pada mulanya dijatuhkan oleh UEFA. Menurut keterangan dari pihak UEFA, Milan dikabarkan sekali lagi akan melakukan proses banding terhadap keputusan terbaru. UEFA menekankan bahwa klub tidak boleh mengeluarkan dana belanja lebih besar dari pendapatan mereka. Milan dianggap menyalahi aturan FFP karena gagal mencapai titik impas setelah menghabiskan £200 juta untuk bursa transfer pemain. Milan punya dua dan setengah tahun ke depan untuk menyeimbangkan neraca keuangan mereka atau berisiko menghadapi sanksi dilarang tampil di pentas Eropa musim 2022/23 atau 2023/24 seandainya lolos. Hanya saja, pemegang tujuh trofi Liga Champions tersebut tidak serta merta lolos dari sanksi tersebut dengan UEFA menahan £10.8 juta yang seharusnya diterima Milan dari Liga Europa musim ini, kompetisi di mana mereka tersingkir di fase grup, Jumat (14/12) kemarin. Selain itu, Milan juga harus menerima batasan skuat menjadi maksimal 21 pemain dari biasanya 25 nama, untuk didaftarkan ke kompetisi Eropa apabila mereka berhak ambil bagian dalam dua musim ke depan. Kepemilikan raksasa Serie A Italia tersebut diambil alih oleh perusahaan berbasis di Amerika Serikat (AS) setelah mantan pemilik sebelumnya, Li Yonghong gagal melunasi sebagian tunggakan yang digunakan untuk membeli klub pada April 2017. Dengan suntikan dana yang masuk pada Juli tahun ini, CAS menyebut bahwa kondisi finansial klub 'telah mengalami perkembangan signifikan sejak adanya pergantian pemilik'. Milan sudah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan pemain bertalenta asal Brasil, Lucas Paqueta dari Flamengo pada Januari dengan biaya transfer mencapai, £31.4 juta. Mereka juga dikaitkan dengan sejumlah penyerang mulai dari bintang muda

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Kapan Undian Babak 16 Besar Liga Champions?
2. Presiden FIFA: Sepakbola Indonesia Dikelola Orang Yang Tepat
3. Persebaya Surabaya Pinang Evan Dimas
4. Tantang Liverpool, Jose Mourinho Disarankan Coret Paul Pogba
5. Tanpa Milan, Ini Peserta 32 Besar Liga Europa
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

 

Footer Banner EPL