VAR Koreksi Insiden Salah Kartu Merah Pemain Kamerun

Wasit laga Jerman lawan Kamerun sempat salah memberikan kartu merah sebelum kemudian dikoreksi oleh tinjauan VAR.

Penggunaan Teknologi Asisten Wasit Video (VAR) oleh FIFA kembali mendapat sorotan setelah adanya insiden salah kartu merah dalam laga Piala Konfederasi 2017 antara Jerman dan Kamerun.

Kamerun yang ketika masih tertinggal 1-0 oleh gol Kerem Demirbay harus kehilangan satu pemain setelah Ernest Mabouka kedapatan melakukan pelanggaran keras terhadap Emre Can dengan melakukan tekel berbahaya.

Wasit asal Kolombia, Wilmas Roldan awalnya mengeluarkan kartu kuning dari sakunya sebelum kemudian meminta bantuan VAR untuk meninjau ulang proses pelanggaran yang terjadi.

Hasil rekaman yang diberitahukan membuat sang wasit meningkatkan hukuman menjadi kartu merah, tapi anehnya kartu merah tersebut malah diberikan kepada rekan Mabouka yakni Sebastien Siani.

Para penggawa Kamerun pun lantas melakukan protes kepada Roldan, yang akhirnya menyadari kesalahannya dan mengalamatkan kartu merah kepada Mabouka setelah mengetahui rekaman video.

Dua menit setelah itu, Timo Werner menggandakan keunggulan serta mengemas gol ketiga Jerman yang menandai kemenangan timnya menjadi 3-1. Sedangkan Kamerun yang kalah jumlah pemain mampu mencuri gol lewat sundulan Vincent Aboubakar.

Insiden tersebut menjadi yang terkini dalam serbuan gelombang keraguan terhadap penggunaan VAR untuk Piala Dunia 2018 mendatang, dengan Piala Konfederasi kali ini memang menjadi bahan uji coba.

Sebelum ini, teknologi baru itu juga secara benar menganulir gol ketika Cile menang atas Kamerun serta saat Meksiko mengalahkan Rusia. Tapi penundaan dalam wasit mengambil keputusan menimbulkan banyak perdebatan.

Pekan lalu, presiden FIFA, Gianni Infantino melakukan pembelaan terhadap penggunaan teknologi VAR di PialaKonfederasi dengan menekankan bahwa penerapan itu demi kemajuan masa depan sepakbola modern.