Victor Lindelof, Rekrutan Brilian Manchester United

Pemain ini punya banyak kelebihan yang kiranya bisa menambah kualitas lini belakang Setan Merah di musim depan.

Raksasa Liga Primer Inggris, Manchester United, baru saja mengumumkan keberhasilannya untuk mendatangkan bek Benfica Victor Lindelof di musim panas ini. Pemain internasional Swedia itu ditebus Setan Merah di angka €35 juta dan akan menjadi bagian dari tim arahan Jose Mourinho musim depan.

Berbicara mengenai Lindelof, banyak orang tentu belum mengenal pemain satu ini karena ia bermain di luar lima liga top Eropa. Meski begitu, Zlatan Ibrahimovic, yang dikonfirmasi tidak dipertahankan kubu Old Trafford musim depan, tahu betul mengenai kualitas rekan senegaranya tersebut.

Ibra pernah berkata: “Saya kira Victor melakukan hal yang bagus, dia bermain apik untuk Benfica. Dia sekarang punya tanggung jawab yang besar bersama tim nasional, dia tengah berkembang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

“Apakah dia cukup bagus untuk United? Saya rasa dia cukup bagus untuk klub-klub besar di luar sana. Terserah dia mau yang mana. Apa pun yang dia pilih akan bagus untuknya.

“Saya sendiri tahu dia adalah properti panas di bursa transfer, jadi biarkan dia membuat pilihan yang kiranya pas untuknya.”

Kalimat pujian tersebut tentu bukan sembarangan, karena itu keluar dari mulut legenda Swedia seperti Ibra. Namun siapa sebenarnya Victor Jorgen Nilsson Lindelof ini dan mengapa dia ramai diperbincangkan dalam 18 bulan terakhir?

Well, Lindelof ini pertama kali mencuri perhatian ketika masih bermain untuk tim akademi Vasteras di Swedia. Potensinya kemudian dilirik oleh raksasa Portugal Benfica. Mereka pun merekrut bakat muda tersebut pada Desember 2011 dan menempanya menjadi pemain internasional.

Seperti kebanyakan bakat muda lainnya di Eropa, Lindelof dengan mudah menembus tim U-19 dan tim B klub asal Lisbon tersebut. Debutnya untuk tim senior baru terjadi pada Oktober 2013, dan dua musim berselang ia diberi perpanjangan kontrak yang sejatinya bisa membuatnya bertahan di Estadio da Luz hingga Juni 2020.

Namanya kemudian mulai dikenal, namun hal tersebut justru membuatnya dilirik tim lain termasuk Middlesbrough, yang sempat ingin meminjamnya pada Januari 2016 kemarin.

Terlepas itu, Lindelof memilih untuk bertahan dan ia sukses membawa Benfica menjuarai Primeira Liga pada 2015/16. Di musim tersebut, Lindelof tampil sebanyak 15 kali dengan ia membawa timnya memenangkan 14 pertandingan. Ia juga membuktikan diri di pentas Liga Champions saat melawan Zenit St. Petersburg dan Bayern Munich.

Potensi yang ia miliki membuat tim nasional Swedia memanggilnya pada Maret 2016. Ia lantas disertakan ke Euro 2016 dan mendapatkan satu tempat di panggung terbesar negara-negara Eropa tersebut.

Sejak itu, pemain yang dijuluki ‘The Iceman’ ini mulai menjadi properti panas, dan sanjungan dari Ibra membuat namanya menjadi kian populer.

United sendiri mengamati Lindelof secara intensif melalui pemandu bakatnya. Setelah sempat dikaitkan dengan kepindahan sang pemain pada Januari kemarin, transfer tersebut akhirnya disepakati di angka €35 juta (£30,7 juta) pada Juni ini.

Meski usianya baru 22 tahun dan jumlah penampilannya kurang dari 50 untuk tim utama Benfica di Primeira Liga, kecakapan Lindelof sudah cukup meyakinkan bagi United bahwa pemain ini ditakdirkan untuk mencapai puncak permainan.

Mengenai kelebihan, Lindelof ini memiliki nilai plus pada penempatan posisi dan kecepatan yang di atas rata-rata. Kemampuannya tersebut membuatnya mampu mencegah serangan lawan sebelum mereka menjadi ancaman. Ia juga tidak segan melancarkan tekel dan itu sangat sesuai dengan gaya permainan di Liga Primer.

Selain itu, Lindelof memiliki kemampuan untuk bermain di luar posisi bek sentral. Di Euro 2016 kemarin, Swedia mengandalkannya sebagai fullback dan ia bisa bisa mengubah mode bertahan menjadi menyerang dalam sekejap mata.

Satu hal menarik lainnya dari pemain berpostur 187cm ini adalah ia jarang mendapatkan kartu dari wasit, yang menunjukkan bahwa ia memiliki gaya bermain yang bersih. Dari total 48 penampilannya di kompetisi kasta tertinggi di Portugal, Lindelof hanya mendapatkan empat kartu kuning!

Masuknya Lindelof tentu membuat Mourinho bisa sedikit bernapas lega karena ia tahu kualitas di lini belakang timnya semakin bertambah. Bersama rekrutan musim kemarin Eric Bailly, Lindelof yang brilian akan membuat gawang David de Gea aman dari gempuran sekaligus menjadi fondasi harapan untuk mengarungi ajang Liga Champions musim depan.

Victor Lindelof Benfica