WAWANCARA EKSKLUSIF-Chris Fong: Brisbane Roar Murni Ingin Mengembangkan Pemain Indonesia

Chris Fong menjawab secara eksklusif pertanyaan dari Goal Indonesia mulai dari alasan perekrutan pemain muda Indonesia hingga rencana ingin menggelar laga eksebisi di Indonesia.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Brisbane Roar dalam beberapa bulan terakhir sedang gencar mendatangkan para pemain muda Indonesia untuk berlatih, ataupun memberikan kesempatan merasakan atmosfer kompetisi di Australia. Pada tahun ini, sudah tiga pemain muda Indonesia yang diterbangkan klub yang mayoritas sahamnya dimiliki perusahaan di bawah naungan keluarga Bakrie itu.
Diawali dengan merekrut Yandi Sofyan Munawar, hingga memberikan kesempatan trial bagi Vicky Melano dan Junda Irawan. Meski belum bermain di tim utama, Yandi sudah merasakan betapa ketatnya persaingan kompetisi di level National Premier League (NPL).
Yang menggelitik adalah, apakah ini hanya bagian dari strategi pasar Brisbane Roar untuk lebih bisa mengepakkan sayapnya di Indonesia atau Asia Tenggara? Atau mungkin ada instruksi khusus dari sang pemilik mayoritas saham di klub itu yang merupakan orang Indonesia?
Mengingat, beberapa strategi untuk mengembangkan pasar di Asia Tenggara juga sedang gencar dilakukan oleh klub-klub yang berlaga di J-League. Mereka telah merekrut beberapa pemain potensial asal Asia Tenggara. Sebut saja, dua pemain berpaspor Indonesia Irfan Haarys Bachdim (Ventforet Kofu) dan Stefano Lilipaly (Consadole Sapporo).
Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, Goal Indonesia mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mewawancarai Chairman Brisbane Roar, Chris Fong. Berikut nukilan wawancaranya:
Kita ketahui Brisbane Roar pernah mengirimkan scout dan juga sahamnya dimiliki pengusaha Indonesia, tapi apa alasan sebenarnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu incaran pasar?
Australia telah membuktikan secara teknis, keahlian di bidang ilmu dan teknik pelatihan olahraga. Tujuan kami adalah untuk memberikan kesempatan ini kepada pemain Indonesia, sehingga mereka berkembang dan menjadi sukses di level internasional.
Seberapa jauh ada hubungan asal negara pemilik klub dengan keputusan perekrutan pemain muda Indonesia?
Rekrutmen tetap menjadi keputusan dari klub. Mereka telah melihat dan percaya pemain Indonesia memiliki peluang di sini. Klub ini memiliki tim pencari bakat, mereka adalah orang-orang yang akan memberikan penilaian dalam seleksi.
Apakah langkah perekrutan murni membantu pembinaan pemain di Indonesia atau strategi pengembangan pasar?
Ini murni bergerak dalam mengembangkan pemain di Indonesia. Dari tahun 2008 hingga 2013, Pelita Jaya Cronus telah terlibat dalam mengembangkan pemain muda di Uruguay. Dan sekarang kami fokus pada pengembangan pemain muda Indonesia di klub kami yang berbasis di Australia, Brisbane Roar.
Kenapa tidak meniru langkah klub Jepang merekrut pemain timnas Indonesia, kenapa justru mengincar pemain muda?
Bagi kami, lebih penting untuk mencari bakat-bakat muda yang dapat berkembang menjadi pemain berkualitas dengan standar internasional. Mudah-mudahan, suatu hari nanti mereka kembali ke Indonesia dan dipilih untuk menjadi bagian dari tim nasional, atau pindah ke klub yang lebih besar di Eropa. Kami bangga dapat membantu mereka mencapai itu. Misalnya Alfin Tuasalamony dan Manahati Lestusen, dua pemain yang telah terpilih sebagai anggota dari tim nasional. Kemudian, ada beberapa pemain di skuat timnas U-19 seperti Maldini Pali, Hansamu Yama, dan lain-lain.
Apakah saat ini belum ada pemain timnas Indonesia yang pantas bersaing di level A-League?
Ada sejumlah pemain tim nasional Indonesia yang membuat kami tertarik. Namun fokus kami saat ini adalah, untuk memilih pemain muda Indonesia yang bisa kami bantu berkembang menjadi pemain kelas dunia.
Sejauh mana keyakinan manajemen Brisbane Roar dalam menjadikan Indonesia sebagai langkah ekspansi di Asia Tenggara?
Kami yakin bahwa melalui program-program pelatihan teknis kami, pemain muda Indonesia dapat membuktikan bahwa sepak bola di Australia telah maju dengan pesat dan merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan di Asia Tenggara.
Adakah rencana melakukan promosi seperti misalnya tur atau pertandingan eksebisi untuk memperkenalkan Brisbane Roar kepada masyarakat Indonesia?

Kami pasti ingin melakukan tur atau pertandingan eksebisi di Indonesia. Mudah-mudahan itu semua bisa direalisasikan tahun depan.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.