WAWANCARA EKSKLUSIF-Cristian Gonzales: Tidak Mudah Mencapai Juara

El Loco juga menuturkan belum memikirkan soal pensiun sebagai pemain.

Striker gaek Arema Cronus, Cristian Gonzales, kembali menunjukkan tajinya. Itu setelah, dia berhasil mencetak hat-trick ke gawang Bali United Pusam pada leg kedua perempat-final Piala Presiden 2015, 27 September lalu.

Padahal sebelumnya, selama babak penyisihan grup hingga leg pertama perempat-final ketajaman El Loco diragukan, lantaran belum mencetak satu pun gol.

Setelah menjawab semua keraguan itu, mantan penyerang Persib Bandung ini pun semakin optimistis bisa membawa tim Singo Edan meraih juara di turnamen Piala Presiden.

Namun sebelum itu, Arema harus lebih dulu melewati adangan Sriwijaya FC di babak semi-final. Bagaimana kans Arema menurut Gonzales di babak semi-final nanti? Selain itu, dia masih belum kepikiran untuk pensiun sebagai pemain di usianya yang sudah memasuki 39 tahun. 

Apa pendapat Anda soal Sriwijaya FC yang akan menjadi lawan Arema di semi-final?

Kami tidak bisa melihat mereka secara satu atau dua pemain, mereka adalah tim yang bagus jika diperkuat 11 pemain. Sehingga semua pemain Sriwijaya FC sangat berbahaya.

Sriwijaya FC pernah berjumpa dengan Arema di babak penyisihan, mungkin ada perbedaan saat mereka besok di semifinal?

Saya melihatnya memang ada perbedaan, tetapi saya tidak mau bicara apapun soal perbedaan itu, karena nanti dibuktikan di lapangan.

Jadi Anda sudah tahu gaya main mereka?

Ya, bisa dibilang begitu. Tetapi pelatih tetap yang lebih tahu dari saya dan kami siap bermain dengan mereka.

Arema tanpa Samsul Arif di leg pertama, Anda melihatnya seperti apa? 

Samsul Arif adalah pemain bagus dan dia sangat penting untuk Arema. Soal absennya pemain biarlah mas Joko (Susilo, pelatih Arema) yang memikirkan strateginya. Tentu kami juga akan melakukan latihan taktik dan strategi untuk melawan Sriwijaya tanpa pemain yang bakal absen.

Akhirnya Anda bisa mencetak gol kembali setelah di babak penyisihan tidak cetak gol?

Saya tidak mempermasalahkan bisa cetak gol atau tidak karena yang terpenting dari turnamen adalah kontribusinya buat tim. Kami bekerja buat tim dan yang terpenting kami memenangkan pertandingan. Jika akhirnya saya mencetak gol, itu karena bantuan dari pemain lain yang sudah kerja keras untuk tim.

Anda sekarang lebih sering menjemput bola ke tengah dalam bermain, dan kadang membuat bek lawan terpancing untuk mengikuti?

Tidak, itu bukan strategi pelatih. Tetapi sebagai pemain saya ingin tim saya menang, sehingga bekerja keras untuk itu [menjemput bola di tengah, tidak hanya menunggu umpan].

Soal kehadiran Lancine Kone di tim saat ini?

Lancine Kone adalah pemain bagus, kami bekerja sama untuk memenangkan pertandingan, kami saling memberikan motivasi satu sama lain. Tidak hanya dia saja sebenarnya, karena kami selalu memberikan motivasi satu sama lain untuk memberikan yang terbaik bagi Arema.

Target Arema Di Piala Presiden?

Ketika turnamen dimulai, kami selalu ingin menjadi juara. Tidak hanya di sini saja namun di pertandingan [turnamen] lain. Tetapi bicara juara memang mudah, karena hanya melalui bibir, karena di lapangan prakteknya harus diraih dengan kerja keras dan mati-matian. Ya tidak mudah mencapai juara.

Kondisi sepakbola Indonesia sedang tidak baik, apa harapan Anda setelah Piala Presiden?

Harapan saya sangat sederhana, sebagai seorang pemain saya ingin kompetisi segera berputar kembali dan dimulai dari Piala Presiden. Itu saja.

Anda sudah memikirkan untuk mengambil lisensi pelatih?

Belum pikir soal lisensi, saya masih mau main bola. Tetapi semua tergantung kepada Tuhan yang memberikan kekuatan kepada saya.

Apa yang membuat seorang Gonzales awet di sepakbola Indonesia?

Saya kayaknya sudah kasih tahu Anda, karena kemarin dan hari ini semangat saya selalu sama. Saya masih punya semangat seperti anak muda, dan motivasi inilah yang membuat saya merasa bugar setiap hari.

Ya, Anda pernah bilang semangat masih seperti pemain timnas U-19...

Ha..ha..ha..Iya, lihat saya masih seperti anak muda.