WAWANCARA EKSKLUSIF-Kurnia Meiga: Tak Setengah Hati Membela Timnas

Meiga kian termotivasi untuk menjadi juara Piala AFF lantaran baru dikaruniai anak.

LIPUTAN ABI YAZID DARI HANOI, VIETNAM Penampilan Kurnia Meiga di bawah mistar gawang timnas Indonesia saat bermain imbang dengan Vietnam, skor 2-2, Sabtu (22/11), patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, dia mampu menjaga gawang Indonesia tidak kebobolan lebih banyak gol di partai itu. Setidaknya, ada empat penyelamatan gemilang yang dilakukan kiper Arema Cronus tersebut. Berkat penampilannya itu dia layak mendapatkan predikat sebagai man of the match di laga itu. Goal Indonesia berkesempatan secara khusus mewawancarai kiper berusia 24 tahun tersebut, usai latihan timnas Indonesia di lapangan latihan Stadion My Dinh, Minggu (23/11). Meiga pun bersedia menceritakan apa yang saat ini dirasakannya bisa menjadi kiper utama tim Merah Putih di Piala AFF 2014. Berikut nukilan wawancara dengan pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) 2009/10 itu:
Anda tampil baik di laga melawan Vietnam, apa kuncinya? Sebagai pemain, kami tentu menampilkan permainan terbaik karena membela timnas adalah soal negara. Sehingga tidak mungkin kami bermain setengah hati. Jadi, saya kira bukan saya saja yang bermain bagus. Teman-teman juga bermain bagus di posisinya masing-masing. Soal kebobolan dua gol? Bisa jadi karena masalah miskomunikasi. Suporter di stadion terdengar bising. Kadang saya perlu berteriak, kapten juga berteriak. Namun tidak terlalu jelas, sehingga ada masalah miskomunikasi. Anda sudah dua kali ke Hanoi (pertama dengan Arema di Piala AFC 2014), apa perbedaannya? Perbedaannya karena satunya klub dan satunya membela negara. Tapi, keduanya ada sisi perjuangan dan harga diri bangsa Indonesia. Saya tidak merasakan perbedaan yang cukup besar karena dalam bermain saya selalu ingin maksimal. Mungkin karena ini adalah ajang AFF pertama saya menjadi kiper utama, sehingga sedikit bersemangat menjalaninya. Ada tempat favorit di Hanoi atau sudah sekadar jalan-jalan? Kalau soal itu belum. Mungkin agendanya masih padat dan berkonsentrasi tinggi untuk pertandingan-pertandingan. Fokusnya untuk itu sih. Bicara soal lawan Filipina, siapa pemain yang paling Anda waspadai? Untuk posisi kiper, tentu semua pemain harus diwaspadai. Karena dari 11 pemain lawan bisa mengarahkan bola ke gawang. Jadi tidak ada istilah berbahaya atau tidak, maupun bintang atau tidak bintang. Bagaimana dengan Philip Younghusband (Meiga pernah menghadapinya ketika Arema melawan Loyola Meralco Sparks di Piala Menpora 2013)? Saat melawan Filipina dia bermain bagus dan mencetak gol. Sementara dulu dia kalah melawan Arema. Tetapi yang berbeda adalah ini laga resmi dan sebelumnya kami bertemu di uji coba. Meski dia bagus, namun saya tetap yakin Indonesia lebih bagus. Apakah sudah ada evaluasi mengenai hasil laga melawan Vietnam? Ya, semua sudah dibaca oleh pelatih melalui evaluasi. Dia menentukan strategi di lapangan nantinya. Kami sudah berbicara satu sama lain, dan tentu kami ingin lebih baik lagi. addCustomPlayer('grhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', '', '', 620, 540, 'perfgrhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', 'eplayer4', {age:1416334462966});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.