WAWANCARA EKSKLUSIF-Nilmaizar: Darah Saya Semen Padang

Nilmaizar membeberkan secara eksklusif kepada Goal Indonesia mengenai hal apa yang akan dilakukannya untuk Semen Padang pada musim 2015.

LIPUTAN RIZAL MARAJO DARI PADANG
Nilmaizar kembali melatih Semen Padang FC, setelah Jafri Sastra diberhentikan sebagai pelatih kepala, Kamis (22/1) lalu. Kembalinya Nil tak ubahnya seorang anak yang pulang kembali ke rumah.
Sejak Senin (26/1), Nil resmi memegang komando kepelatihan di tim Kabau Sirah, seperti yang pernah dilakoninya satu setengah musim pada 2010-2012. Itu sebelum dirinya berkarier di luar Semen Padang, baik bersama timnas Indonesia maupun bersama Putra Samarinda.
Jelas tugas yang tak ringan bagi Nil, mengingat ekspektasi atau harapan publik yang cukup tinggi padanya. Belum lagi, capaian pelatih sebelumnya yang mampu menembus babak delapan besar Indonesia Super League 2014.
Terkait kepulangan tersebut, juga soal menghadapi tantangan-tantangan yang bakal dihadapi di Semen Padang kali ini, lelaki kelahiran Payakumbuh, 2 Januari 1970, itu membeberkan alasan dan pandangannya secara khusus kepada Goal Indonesia. Berikut petikannya:
Goal Indonesia: Selamat datang kembali Coach. Tahun 2012 Anda pernah "berjanji" akan kembali ke Semen Padang di hadapan para suporter, apakah ini jawaban dari janji itu?
Nilmaizar: Ya, saya masih ingat suasana saat itu. Saya tak tahu apakah ini wujud dari janji itu, karena saya hanya menjalani hidup ini saja. Jika hari ini saya kembali ke Semen Padang, mungkin itu sudah garis perjalanan hidup yang harus saya jalani.
Goal Indonesia: Kalau boleh tahu, alasan Anda menerima tugas melatih Semen Padang kali ini?
Nilmaizar: Pastinya karena saya adalah putra Minang dan Semen Padang adalah tempat saya dibesarkan, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih. Saya ingin berbuat yang terbaik untuk kedua hal itu. Di luar hal yang berkaitan dengan tugas-tugas saya sebagai profesional, saya diminta pulang kembali ke rumah yang pernah untuk sementara saya tinggalkan.
Goal Indonesia: Kira-kira bisa digambarkan, apa arti Semen Padang bagi Anda?
Nilmaizar: Susah saya menjawab pertanyaan seperti ini. Tapi begini saja analoginya, seandainya nadi saya diiris, maka darah yang keluar adalah Semen Padang.
Goal Indonesia: Oke, ketika Anda kembali hari ini, tentunya Anda akan mendapati suasana yang sudah jauh berbeda dari dua atau tiga tahun lalu, tanggapannya?
Nilmaizar; Itu pasti, sebuah tim sepakbola pasti akan ada yang berubah, apalagi untuk waktu yang panjang. Perubahan akan datang ketika ada pergantian tim pelatih atau materi pemainnya, juga hal-hal lain, termasuk suporter dan kebijakan manajemen mungkin.
Goal Indonesia: Apa yang akan Anda lakukan untuk hal-hal yang mungkin sudah berubah itu?
Nilmaizar: Tidak ada, saya hanya akan datang tetap seperti saya yang dulu, seperti saya dulu meninggalkan Semen Padang. Saya tak ingin pulang seperti seorang Nilmaizar baru yang membawa citra diri mantan pelatih timnas atau sudah pernah sukses berkarier di luar Semen Padang. Saya hanya ingin bekerja keras membuat tim ini bagus, disegani lawan, dan tentunya membahagiakan semua pendukung tim.
Goal Indonesia: Semen Padang musim lalu cukup bagus, bisa menembus babak delapan besar ISL. Apakah ini sebuah tantangan atau tekanan untuk Anda?
Nilmaizar: Keduanya mungkin ya, tantangan bagi saya untuk bisa mencapai hasil lebih baik lagi. Tekanan pasti ada, tapi di situ lah tugas saya yang sesungguhnya, bagaimana mengatasi tekanan tersebut.
Goal Indonesia: Ekspektasi publik, mungkin juga manajemen, akan sangat tinggi pada Anda, karena Anda menggantikan pelatih yang sebenarnya juga tidak buruk. Bagaimana Anda menjawabnya?

Nilmaizar: Apresiasi saya yang tinggi untuk pelatih sebelumnya, di beberapa sisi saya mungkin hanya melanjutkan tugas yang pernah diembannya. Namun di sisi lain saya dituntut bekerja keras, mengajak semua staf pelatih, pemain, dan semua unsur dalam tim. Termasuk manajemen dan suporter, semuanya harus punya komitmen yang sama untuk tim ini, satu hati, satu pikiran, dan satu tujuan. Karena bekerja untuk sebuah tim, hal terpenting adalah komitmen tadi. Pekerjaan terbesar saya cuma itu, menyatukan semua unsur tersebut.
Goal Indonesia: Oke, apa harapan Anda pada manajemen tim?

Nilmaizar: Saya percaya, manajemen pastilah punya komitmen kuat juga untuk mengurus tim ini supaya lebih bagus. Saya sangat percaya kepada mereka yang duduk di jajaran manajemen. Tanpa mereka tim ini tak akan bisa berjalan baik.
Goal Indonesia: Bagaimana dengan suporter?
Nilmaizar: Suporter adalah bagian tak terpisahkan dalam sebuah tim sepakbola, tanpa suporter sebuah tim tak ada apa-apanya. Dalam kaitan sebagai pelatih kepala, suporter adalah salah satu unsur yang menjadi bagian dari tanggung jawab saya atau tempat saya mempertanggungjawabkan pekerjaan saya, di samping pemilik tim, para pemain, tim pelatih, orang tua atau keluarga pemain, juga media massa.
Goal Indonesia: Kita bicara sedikit lebih teknis. Bagaimana Anda melihat skuat Semen Padang yang tersedia saat ini?

Nilmaizar: Saya kira mereka semua adalah pemain-pemain bagus, mereka sebuah grup yang bisa bersaing di ISL nanti. Mungkin hanya perlu penambahan pemain di beberapa posisi vital, tapi itu tak banyak. Saya optimistis, bisa membawa tim ini bersaing di ISL nanti. Mereka punya semangat dan kebersamaan yang bagus. Saya kira itulah modal terbesar kami.(gk-33)

//

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.