WAWANCARA EKSKLUSIF-Samsul Arif Munip: Nilai Kontrak Bukan Prioritas Utama Pindah Ke Persib Bandung

Samsul juga menceritakan seperti apa proses kepindahannya ke Persib.

Tak bisa dimungkiri, kepindahan dua eks penggawa Arema Cronus, Samsul Arif Munip dan Purwaka Yudi, ke Persib Bandung menjadi salah satu transfer pemain yang paling menyita perhatian di sepakbola Indonesia pada musim 2016. Mengingat, kedua pemain itu sempat mengikuti pemusatan latihan Arema di Batu dan ikut serta dalam laga uji coba terakhir melawan Madura United FC, 14 Februari lalu.

Tentu saja, kepindahan keduanya menimbulkan pro dan kontra. Di sela-sela turnamen Bali Island Cup II di Bali, kami berkesempatan mewawancarai secara khusus Samsul mengenai proses perpindahannya ke Persib. Dia pun membeberkan alasannya kenapa memilih Persib, di tengah banyaknya tawaran dari klub dalam dan luar negeri.

Selain itu, mantan penggawa Persibo Bojonegoro itu juga mengutarakan pandangannya tentang tim Arema saat ini. Menyusul, striker berusia 31 tahun itu akan bentrok dengan mantan klubnya itu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, hari ini.

Dia pun bercerita mengenai persaingan di lini depan Persib. Berikut petikan wawancara dengan eks pemain Persela Lamongan itu:

Bisa ceritakan bagaimana proses kepindahan Anda Persib?

Persib sudah lama menghubungi saya dan Purwaka, sudah melewati beberapa proses negosiasi. Musim kemarin sudah ada komunikasi juga namun belum berjodoh. Alhamdulillah tahun ini baru bisa berjodoh dengan Persib.

Apa yang mendasari Anda akhirnya memilih Persib?

Kita tahu Persib tim besar yang punya tradisi bagus di sepakbola negeri ini, terus punya sejarah bagus juga. Dan saya juga ingin sukses bersama Persib, ya mungkin ini jembatan untuk menuju sukses buat karier pribadi saya untuk merasakan juara.

Jadi bukan karena nilai kontraknya yang lebih besar dari Arema?

Itu (nilai kontrak) bukan prioritas utama. Yang jelas, ya kita tahu sendiri di Arema saya tiga kali gagal terus di semi-final (ISL 2014, Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman). Jadi saya mencari peruntungan baru di Persib. 

Padahal Anda juga mendapat tawaran dari klub luar negeri...

Ada banyak hal yang membuat saya tidak jadi ke sana. Pertama dari faktor keluarga, anak saya baru lahir. Terus saya juga belum terlalu kenal sepakbola di sana, jadi saya pilih tetap di Indonesia. Memang tawarannya dari klub Malaysia, ada yang langsung dikontrak dan ada juga yang minta untuk trial dulu. Tapi menurut saya, ini belum waktunya saya ke sana. 

Ada juga tawaran dari klub dalam negeri lainnya. Tapi Persib memang menjadi prioritas utama saya untuk saat ini.

Bagaimana dengan proses Adaptasi Anda bersama Persib?

Persib banyak pemain bintang juga dan hampir 50 persen lebih saya sudah kenal pemainnya, dan itu membuat saya tidak terlalu susah untuk adaptasi. Yang jelas, iklim sepakbola di Bandung saya belum pernah merasakan. Saya hanya pernah datang ke bandung sebagai lawan, belum pernah jadi pemain asli Persib. Sekarang saya waktunya jadi pemain Persib, dan saya ingin lebih mengenal jauh lagi ke dalam.

Target pribadi Anda bersama Persib? 

Kalau target pribadi saya hanya ingin sukses di tim ini dulu. Yang individual saya rasa nggak terlalu penting, yang jelas saya ingin sukses di Bandung.

Soal persaingan di lini depan Persib dan akan datang lagi penyerang dari Brasil?

Persib memiliki banyak pemain bagus dan berkualitas. Saya rasa itu bagus buat saya dan tim. Saya merasa tidak ada persaingan, yang ada hanya mencoba berjalan beriringan. Saya sangat senang dengan itu.

Pendapat Anda tentang antusiasme suporter di Persib?

Kurang lebih sama dengan di Arema, ya mudah-mudahan saya di Bandung bisa diterima. Kalau pendukung mau mendukung saya kan itu bonus, yang penting bagi saya fokus ke penampilan di tim meraih hasil yang bagus di tim. Kalau dukungan itu pasti datang sendiri, jika kita berprestasi. Saya pasti mengharapkan dukungan dari Viking ataupun Bobotoh.

Beralih untuk laga nanti, bagaimana Anda melihat tim Arema saat ini?

Pelatih yang sekarang saya belum sempat bergabung lama, baru sekitar empat atau lima hari sudah pamitan. Yang jelas, sekarang Arema yang baru bukan arema seperti pas saya berada di sana. Mereka punya materi yang bagus, kita tahu sendiri mereka punya banyak pemain bintang. Saya rasa mereka lebih diunggulkan, tapi saya yakin dengan Persib yang sekarang.

Apakah akan melakukan selebrasi, jika nanti mencetak gol?

Kalau gol sah-sah aja untuk dirayakan, tapi saya memilih untuk tidak merayakannya. Anda sudah tahu alasannya pasti, saya pernah berada di sana. Saya menghormati arema, dan saya juga ingin sukses di sini. Jadi bukan masalah merayakan atau tidak merayakan, ini masalah loyalitas dengan klub yang baru saja.

Terakhir, Anda sudah sangat rindu berkostum timnas Indonesia lagi?

Mimpi setiap pemain di negeri ini ingin menjadi pemain timnas. Timnas bagi pemain adalah sakral. Mudah-mudahan sanksi cepat dicabut, insya Allah bisa membawa prestasi buat negara. Memang, mungkin dalam beberapa tahun terakhir kami belum bisa memberikan prestasi, tapi sudah terlalu banyak event internasional yang kita lewatkan.