Yakin Tepikan Javier Hernandez, Carlo Ancelotti?

Javier "Chicharito" Hernandez bagai terlahir kembali dalam tiga pekan ini, dari dikesampingkan Real Madrid sampai dia punya posisi tawar yang tinggi sekarang.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Mulai dari debut profesionalnya pada 2006 silam, hingga April hari ini, Javier "Chicharito" Hernandez mencuat karena bakat besarnya.

Namun saat kariernya beralih ke level klub yang lebih top, namanya malah tak melulu hadir di starting line-up dan lebih banyak nampak batang hidungnya setelah duduk di bangku cadangan. Dijadikan sebagai opsi emergensi di posisinya, ditambah dengan performanya yang merosot - lantara jarang dimainkan - membuat Hernandez kian terpinggirkan di Manchester United musim lalu.

Berikutnya, dia hanya jadi sosok alternatif di balik situasi emergensi Real Madrid. Striker mana pun perlu membawa sesuatu yang berbeda untuk klub agar menjadi pilihan utama bagi tim setiap tim top.

Karim Benzema jelas memahami pesoalan ini, atau setidaknya pelatihnya pernah membuat dia akhirnya menyadari hal ini. Benzema juga datang ke Madrid dengan embel-embel penyerang berbakat, dengan segala skill-nya yang berkembang.

Diperlukan waktu bagi Benzema untuk keluar dari situasi pelik ini. Ketika finishing-nya berjalan kacau, diiringi dengan gemilangnya Gonzalo Higuain yang lebih sering dikedepankan, segelintir rumor pun menyebut Benzema bakalan dijual. Sejak itu, pemain Prancis ini berkembang menjadi striker yang paling bekerja keras dan tampil jauh dari kata egois. Madrid boleh identik dengan duet Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale, tapi Benzema hadir bagaikan sumber kemilau di tengah sinar benderang kedua pemain termahal di jagat raya itu. Sampai hari ini, kita bisa melihat duet tajam Madrid ini akan kelimpungan ketika Benzema absen.

Si Kacang Polong, bertransformasi drastis dalam tiga pekan terakhir

Lalu sesuatu yang di luar dari habits nampak pada 22 April lalu ketika Madrid memainkan laga kontra Atletico Madrid dalam leg kedua perempat-final Liga Champions. Yah, Chicharito tampil jadi starter! Dan dia benar-benar memperlihatkan atribut ala Benzema! Apakah seketika dia bisa kita katakan berhasil? Tidak, jelas saja tidak. Penyelesaian akhirnya juga buruk, sampai akhirnya dia mencetak gol penentu kemenangan. Namun kita bisa melihat kerja super keras sang bomber saat tak menguasai bola, terlihat meyakinkan saat menciptakan ruang bagi rekan-rekannya, mampu menahan bola dengan lama dan menekan para bek lawan lebih banyak ketimbang hanya melongo di hadapan mereka. Hampir terbilang ajaib, Chicharito bertransformasi menjadi striker modern nan balans, sesuatu yang mengejutkan banyak pihak.

Setelah drama di Atletico, tiga laga berikutnya yang dilalui Hernandez mungkin akan semakin membuat kita tercengang! Dia mengepak sepasang gol kontra Celta Vigo, menciptakan servis untuk sebuah gol di laga Almeria dan mengkreasi assist lainnya dalam kemenangan atas Sevilla Sabtu lalu.

Dengan menggunakan pendekatan passing game khas Madrid, dia sekarang terlihat bagaikan Benzema, bahkan lebih, menyervis koleganya untuk mencetak gol dan jua mengemas gol bagi dirinya sendiri. Yah, bisa dikatakan, Benzema telah menjadi teladan yang sempurna untuk apa yang paling diperlukan Chicharito.

Carlo Ancelotti mungkin akan mengesampingkan Chicharito pada laga semi-final pertama kontra Juventus Selasa ini dan kembali menggunakan sistem 4-4-2 dengan Ronaldo dan Bale berdampingan di lini depan. Namun, apa alasan menyingkirkan Si Kacang Polong? Dia sedang berada di form yang paling maksimal, sementara Isco tidak. Mengubah formasi atau memainkan Bale sebagai false nine untuk mengakomodasi Isco banyak tidak masuk akalnya, terutama secara teoritis ini akan membuat James dipaksa bermain melebar di saat sebagian besar dia dimainkan di posisi gelandang serang dan di posisi itu pula dia dinilai sebagai penggawa yang paling in form.

Chicharito bermain sangat apik sejak Benzema menurun, dan rasanya Ancelotti bisa menarik keuntungan bila memasukkan kembali Hernandez di jajaran kesebelasan terbaiknya, ketimbang mengubah formasi untuk memaksakan Isco, Bale dan James bermain dalam waktu bersamaan.

Situasi ini yang mungkin tidak terpikirkan tiga minggu yang lalu, ketika Madrid sepertinya tak mempertimbangkan untuk sedikit pun bergerak mempermanenkan Chicharito di tengah adanya upaya serius dari kubu Southampton yang mau memboyongnya. Sekarang, posisi tawar Chicharito amat bagus, dia punya banyak pilihan. Madrid sendiri mungkin melunak dan bersedia mempermanenkannya, apalagi mereka tahu Chicharito tak pernah mengeluh dimainkan dari bench sekali pun, dan yang jelas harganya pasti lebih bersahabat ketimbang pemain-pemain berbakat yang tersedia di bursa transfer.

United tampaknya akan memberi Chicharito banyak kesempatan untuk merebut posisi inti seiring dengan melempemnya Radamel Falcao dan Robin van Persie karena hambatan cedera. Meski begitu, Chicharito kini punya opsi yang lebih menarik nan menjanjikan: bergabung Southampton, tim yang diyakini akan memberi Hernandez porsi bermain total sebagai ujung tombak pilihan pertama.

Pemain mana yang ingin berlama-lama dibangku cadangan? Chicharito jelas menaruh hasrat besar untuk bisa tampil reguler, atau setidaknya mendapatkan tempat khusus dalam taktik situasional Ancelotti. Inilah dua kemungkinan besar yang bisa diberi untuknya. Setidaknya, penghargaan tertinggi apalagi yang lebih membanggakan dari membawa Los Blancos mempertahankan trofi Liga Champions musim ini dari pemain sekelas Chicharito? Musim panas sekarang akan menjadi penting baginya.

Namun, dalam tiga minggu ini, Anda kini bisa menikmati Si Kacang Polong yang telah bertransformasi drastis.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.