Youri Tielemans, Jenderal Masa Depan Belgia

Dikaruniai bakat dan karisma istimewa, tidak heran banyak orang meramalkan Tielemans bakal menuai sukses di masa depan.

Bagi para penggemar game Football Manager, tentu Youri Tielemans sudah tidak lagi asing di telinga. Gelandang muda Belgia itu merupakan wonderkid dalam permainan simulasi sepakbola itu sejak edisi 2014. Jika mengasuhnya dengan baik, dalam empat hingga lima musim ia bisa menjadi salah satu pemain terbaik Eropa.

Dribel, teknik, dan umpan menjadi atribut yang menonjol dalam profil Tielemans di FM. Simulasi menunjukkan dirinya condong sebagai gelandang yang suka menyerang, namun lemah dalam penyelesaian dan bertahan. Kecenderungan terakhir itu diperlihatkan dari rating finishing dan tekel Tielemans yang sangat rendah di dalam game.

Adapun simulasi sepakbola tak pernah bisa benar-benar mencerminkan kenyataan. Tielemans justru menunjukkan figur dan kecenderungan yang bertolak belakang di dunia nyata. Untuk kasus genius Belgia ini, kenyataan bahkan lebih indah daripada Football Manager – Tielemans bahkan punya potensi untuk menjadi pesepakbola terbaik dunia.

Genius dari Sint-Pieters-Leeuw

Youri Tielemans lahir di salah satu kota kecil Belgia, Sint-Pieters-Leeuw. Bakatnya sudah terlihat sejak dini dan Anderlecht menggaetnya ketika masih berusia lima tahun. Menjalani pendidikan di akademi raksasa Belgia, Tielemans pun mengalami perkembangan pesat.

Pada Juli 2013, kurang dari tiga bulan setelah ulang tahun ke-16, Tielemans mendapat panggilan untuk bermain di tim utama Anderlecht. Ia menjadi pemain termuda keempat dalam sejarah tim senior Anderlecht dan tak pernah menengok ke belakang lagi. Sang gelandang semakin rajin mendapat panggilan untuk bermain di kasta tertinggi, mencetak dua gol dan enam assist di musim debutnya.

“Kami selalu tahu bahwa Tielemans adalah pemain superberbakat. Kapan pun ada orang yang bertanya siapa yang saya prediksi akan melangkah jauh, saya akan menyebut namanya paling pertama,” ungkap Mohammed Ouahbi, pelatih tim junior Anderlecht, setelah Tielemans mulai menyedot perhatian.

Masa awalnya berpuncak pada pertandingan sengit lawan Arsenal di fase grup Liga Champions. Bermain selama 90 menit, Tielemans jadi aktor utama dalam comeback fenomenal Anderlecht. Raksasa Belgia itu tertinggal tiga gol lebih dulu, tapi berhasil mengunci hasil imbang 3-3 di pengujung laga.

Youri Tielemans, Anderlecht, 05142017

youri tielemans rsc anderlecht jupiler league 110316

Penampilannya sebagai playmaker ulung makin mengundang perhatian sejak hari tersebut. Hal yang paling membuatnya sulit dihentikan adalah kepiawaiannya menggunakan kedua kakinya. Tidak ada kaki yang dominan dan ia bisa menembak atau mengumpan dengan kedua kakinya. Tidak heran ketika mengambil ancang-ancang, lawan bakal bingung untuk mengantisipasi.

Tetap saja, kritik tidak begitu saja menghindari Tielemans. Sebagai gelandang, Tielemans dinilai tak mau bermain ‘kotor’ dan selalu mencari aman dalam duel. Ia cenderung menghindar dari konflik dan konsistensi masih sulit ditemui dalam musim perdananya – hal yang membuat bintang muda itu keluar-masuk tim utama Anderlecht.

Dari Manchester sampai Monaco

Empat musim penuh di Belgia telah dilewati oleh Tielemans. Berlian yang semula kotor dan penuh lumpur kini mulai cemerlang. Asahan pelatih Besnik Hasi dan Rene Weiler terbukti ampuh. Nama kedua bahkan berhasil menyulap Tielemans jadi pemain yang benar-benar berbeda dari musim lalu.

Tielemans jadi sosok yang lebih berani melancarkan umpan-umpan pembunuh dan beradu fisik setiap kali membawa bola. Adapun dribel lincahnya lebih jarang terlihat karena Weiler lebih sering menugaskan Tielemans untuk menjaga keseimbangan. Hanya sesekali ia melancarkan tusukan ke kotak penalty, seperti peran yang ditunjukkan penyihir Kroasia, Luka Modric.

Kemajuan ini terlihat jalas dalam perbandingan statistik bintang muda Anderlecht itu dari musim ke musim. Di musim 2014/15, Tielemans membukukan delapan gol dan enam assist. Musim 2015/16, tujuh gol dan empat assist.  Tahun ini, Tielemans menembus dua digit dengan mencetak 18 gol dan 15 assist! Prestasi inilah yang membuatnya diangkat jadi pemain terbaik Jupiler Pro League Belgia.

luka modric frank lampard - england croatia - euro 2008 qualifier - 21112007

Tielemans kerap dibandingkan dengan Modric dan Frank Lampard.

Puncak pertumbuhan Tielemans di Belgia adalah musim 2016/17. Ia menemukan satu lagi keunggulan dalam dirinya, yakni tembakan dan umpan jarak jauh. Tujuh dari 18 gol yang ia cetak diciptakan dari luar kotak penalti. Mayoritas assist-nya pun diciptakan dari serangan cepat yang mengandalkan Hollywood pass.

Di satu sisi, Tielemans dididik untuk menjadi lebih tenang dan lebih bijak dalam pengambilan posisi. Ini membuat Tielemans lebih sering pasang badan di belakang ketika rekan-rekannya menghujani kotak penalty. Weiler berusaha meningkatkan kualitas pertahanan dalam diri Tielemans dengan penugasan ini. Di lain sisi, sang pelatih menuntutnya untuk memaksimalkan peluang yang ada. Ketika ada peluang menembak, tembak. Ketika ada sedikit celah, terobos dengan umpan pembunuh. Tielemans mulai menunjukkan potensinya sebagai gelandang paling berbahaya di Belgia.

Tidak heran, Manchester City langsung mengirim utusan untuk meyakinkan Tielemans. Deretan klub sekelas Chelsea, Manchester United, Liverpool, dan Arsenal juga ikut memantaunya. Seantero Eropa mendambakannya, tak terkecuali Borussia Dortmund dan AS Monaco yang termahsyur akan keahliannya dalam mengasah pemain muda di tim utama.

Kylian Mbappe Leonardo Jardim Monaco

Tiemoué Bakayoko

Namun akhirnya Tielemans memilih Monaco. Kampiun Prancis itu memang andal dalam mengasah talenta muda. Musim ini saja, deretan pemuda menembus papan atas berkat asuhan Leonardo Jardim. Kylian Mbappe, Tiemoue Bakayoko, Benjamin Mendy, hingga Fabinho adalah bukti nyata keunggulan Monaco.

“Monaco adalah klub dengan proyek ambisius, diakui di panggung Eropa, dan mengandalkan pemain muda,” ungkap Tielemans setelah meresmikan transfernya. “Saya sangat senang bisa berada di sini. Saya sekarang akan melakukan segala yang mungkin untuk maju di sini dan membayar kepercayaan yang ditunjukkan oleh klub kepada saya.”

Tielemans sadar pindah ke klub sebesar Man City adalah pilihan berisiko. Bisa jadi ia tidak mendapat tempat dan menit bermain seperti di Belgia. Adapun Monaco menawarkan hal yang tidak ditawarakan klub-klub raksasa Eropa, yakni kesempatan untuk pemain muda. Di usia 20 tahun, Tielemans tahu apa yang paling penting untuk kariernya.

Jenderal Masa Depan Belgia

Dengan kemampuan seperti yang telah disampaikan di atas, tentu tidaklah sulit membayangkan Tielemans jadi jenderal di lapangan. Adapun karisma sang gelandang tidak berhenti sampai di situ. Setelah kekasihnya mengandung anak pertama, Tielemans diklaim mengalami perkembangan psikologis.

Rekan-rekan di Anderlecht mengatakan bintang muda itu punya pengaruh di dalam ruang ganti. Weiler pun sebenarnya punya rencana untuk menjadikan Tielemans sebagai kapten Anderlecht. Tak hanya pandai mengolah bola, sang bintang juga mahir dalam mengendalikan emosi dan perkataannya.

Roberto Martinez, pelatih Belgia, ikut mengamini kualitas kepemimpinan Tielemans yang mencatatkan debut timnas pada Maret lalu. Namun secara tersirat, eks manajer Everton itu turut menyampaikan kekurangan yang dimiliki oleh Tielemans. “Ia adalah pesepakbola yang istimewa, kita tahu kualitasnya dan saya menyukai kepribadiannya,” ungkap Martinez.

Youri Tielemans - Belgium U16

“Ia selalu siap untuk melakukan apa pun untuk tim. Segalanya bisa terkesan mudah untuk bocah 19 tahun. Saya memintanya untuk terus mendorong diri. Saya ingin melihat bahwa dirinya benar-benar ingin memenangkan laga. Ia memiliki pengalaman lebih banyak dibandingkan beberapa pemain. Namun ia harus terus menantang dirinya.”

Usia Tielemans saat ini adalah 20 tahun. Untuk usia yang masih muda, kedewasaan dan ketenangan yang dimilikinya layak dicap istimewa. Walau begitu, Martinez menilai sang pemuda kekurangan hasrat dalam permainannya dan seringkali mengambil langkah aman dan nyaman untuk dirinya. Tak ada semangat membakar dalam dirinya yang menunjukkan dirinya haus kemenangan.

Nasihat itu disampaikan oleh Martinez sebelum Tielemans pindah ke AS Monaco. Setelah empat tahun bergumul di zona nyaman, akhirnya sang gelandang mengambil langkah untuk pindah ke klub besar. Mungkin ini hanyalah langkah kecil, tapi ini menunjukkan ada percik api yang mulai membakar dirinya. Selanjutnya tinggal menunggu dirinya digembleng oleh kumpulan darah muda – darah yang berapi-api.