Yudi Suryata Akui Serbasusah Saat Timnya Ditaklukkan Persita Tangerang

Pelatih Persijap itu berharap dua pemain asing anyarnya sudah bisa diturunkan saat menjamu Barito Putera, 23 Mei nanti.

LIPUTAN AURELIUS BALAKOSA DARI JEPARA
Harapan Persijap Jepara meraih tiga poin di partai perdana putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2014 akhirnya kandas. Bermain di kandang sendiri Stadion Gelora Bumi Kartini, Persijap dihancurkan Persita Tangerang dua gol tanpa balas, Senin (19/5).
Praktis, poin tim Laskar Kalinyamat masih tak bergerak dengan empat poin dari 11 laga. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan. Pergantian pelatih dari Raja Isa ke Yudi Suryata tak banyak membantu. Mental pemain sudah turun di awal putaran kedua ini.
Bisa jadi, salah satu faktor penyebabnya adalah para pemain yang belum menerima gaji dalam tiga bulan terakhir. Usai laga, Yudi menyampaikan permohonan maafnya kepada fans Persijap yang telah mendukung Evaldo Silva dan kawan-kawan.
"Kami mohon maaf kepada suporter karena kekalahan ini. Mohon dimaklumi, saya baru bergabung tiga hari dan langsung dihadapkan laga krusial," terang Yudi, saat sesi jumpa pers usai laga.
Dia mengungkapkan, saat dirinya datang ke Jepara ada seorang pemain yang keluar, yakni Noorhadi. Kemudian disusul empat pemain lainnya yang pindah klub, termasuk pemain andalan Claudio Sobrinho.
"Dapat tambahan dua pemain asing, tapi hingga detik terakhir pertandingan, belum bisa dimainkan karena belum disahkan. Serba susah di pertandingan tadi," kata Yudi.
Dia berharap, di laga kontra Barito Putera, 23 Mei nanti, kedua pemain asing anyar, John Tarkpor Sonkaliey dan Carlos Raul "Charly" Sciucatti bisa dimainkan. Mengingat, tenaga kedua pemain ini sangat diharapkan lantaran Yudi menilai lini depan timnya sangat tumpul.
Di lini tengah, variasi permainan cenderung tidak ada. Persijap bermain monoton, sehingga Maman dan kawan-kawan sangat mudah menebak alur serangan tuan rumah. "Pertandingan ini menjadi evaluasi bagi kami melawan Barito. Posisi di papan klasemen sangat kritis," jelas Yudi.
Sementara itu, pelatih Persita, Fabio Oliviera mengatakan salah satu kunci keberhasilan timnya di laga tersebut adalah para pemainnya bisa bermain lepas. Instruksinya untuk menekan Persijap sejak menit awal diterapkan dengan baik oleh para penggawa Pendekar Cisadane.
"Kami berusaha memanfaatkan lapangan yang sangat baik. Bola-bola pendek sangat lancar dengan berani bermain satu-dua sentuhan," paparnya.
Tambahan tiga poin dari kandang Persijap menjadi modal berharga bagi Persita untuk menghadapi laga selanjutnya melawan Sriwijaya FC, 24 Mei mendatang.(gk-18)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.